Human Interest Story
Cerita Wardi Junaida, Mahasiswa Gorontalo Tunda Kuliah demi Nikahi Pujaan Hati, Kini Jualan Bakso
Wardi Junaida (35), sosok mahasiswa Gorontalo menunda perkuliahannya demi menikahi pujaan hati.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Wardi-Junaida-Penjual-bakso.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Wardi Junaida (35), sosok mahasiswa Gorontalo menunda perkuliahannya demi menikahi pujaan hati.
Wardi merupakan mahasiswa akhir di Jurusan Sistem Informatika Fakultas Teknik Universitas Ichsan Gorontalo.
"Tinggal ujian sebenarnya, tapi saya tunda dulu karena adiknya istri pingin menikah, tapi kakaknya belum. Makanya saya langsung melamar istri saya," kata Wardi kepada TribunGorontalo.com, Senin (30/1/2024).
Saat ini Wardi dikaruniai seorang anak laki-laki dan bayi dalam kandungan isterinya.
"Yang satu umur dua tahun, satunya lagi masih dalam kandungan," ujarnya.
Kini Wardi berjualan bakso di wilayah Kabupaten Bone Bolango.
Setiap hari ia mangkal di Kampus 4 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) dan depan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone Bolango.
Baca juga: Cerita Karim Dude 20 Tahun Ditinggal Istri, Jualan Bensin di Kota Gorontalo demi Hidupi Diri Sendiri
Sudah dua tahun lamanya ia berjualan bakso menggunakan resep olahan dari sang mertua.
"Mumpung mertua orang Jawa jadi diajarkan cara buat bakso," ungkapnya.
Jika penjual bakso umumnya menggunakan gerobak, Wardi, membawa dagangannya dengan sepeda motor.
Tak tanggung ia harus menahan beban dari tabung Gas, panci berisi bakso dan kuahnya hingga beberapa kursi.
Tak jarang ia kerap merasakan sakit di area punggung dan tangannya.
"Demi anak istri," katanya.
Harga semangkuk bakso milik Wardi seharga Rp10 ribu.