Pilpres 2024
Kata Nelson Pomalingo tentang Mahfud MD di Debat Cawapres: Cara Berpikir Beliau Sudah Teruji
Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Gorontalo, Nelson Pomalingo, menanggapi performa Mahfud MD di debat cawapres pada Minggu (21/1/2024).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Nelson-Pomalingo-menanggapi-penampilan-Mahfud-MD-di-debat-cawapres.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Gorontalo, Nelson Pomalingo, menanggapi performa Mahfud MD di debat cawapres pada Minggu (21/1/2024) malam kemarin.
Menurutnya, cawapres nomor urut 3 itu paling menonjol dari segi kualitas dalam menjawab semua pertanyaan.
Diketahui tema debat keempat itu mengangkat pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, sumber daya alam dan energi, pangan, agraria, hingga masyarakat adat dan desa.
"Pada intinya semua baik, semua menunjukan kapasitas dan kualitasnya saat debat," kata Nelson saat dimintai tanggapan, Selasa (23/1/2024).
"Beliau (Mahfud MD) ini senior, pengalaman, pengetahuan serta cara berfikir beliau sudah teruji.
Bupati Kabupaten Gorontalo itu menilai debat keempat yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu begitu sengit.
Kendatipun beberapa kesempatan setiap cawapres saling sindir satu sama lain, bagi Nelson itu bagian dari euforia debat.
"Bahkan saling sindir dan senggol itu saya pikir jadi warna tersendiri," timpalnya.
Nelson berasumsi bahwa semua cawapres telah menunjukkan potensi mereka masing-masing.
Ia lebih spesifik mengagumi kepiawaian Mahfud MD dalam menguraikan gagasan.
"Pada intinya semuanya bagus, tapi dimata saya Prof Mahfud luar biasa," tuturnya.
Ketika ditanya soal pilihannya, Nelson secara gamblang menegaskan dirinya fokus memenangkan Ganjar-Mahfud.
"Sampai dengan saat ini, kita PPP di Gorontalo masih terus berjuang blusukan memenangkan Ganjar-Mahfud," jelas Nelson.
Mahfud MD soal tambang ilegal
Mahfud MD, menyinggung sulitnya pemberantasan korupsi pertambangan.