Human Interest Story
Ari Doe Cerita Suka Duka jadi Juru Parkir di Gorontalo, Pernah Ganti Rugi Kendaraan Hilang
Demi istri dan lima anaknya, Ari rela basah-basahan untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ari-Doe-saat-memarkir-kendaraan-pengunjung-citimall-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ari Doe (41) bercerita soal suka duka jadi juru parkir di Gorontalo.
Demi istri dan lima anaknya, Ari rela basah-basahan untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.
Mengenakan jaket hitam dan topi terbalik, Ari tak gentar melawan terik matahari.
Pria berambut gondrong sesekali mengamati kendaraan yang keluar masuk di kawasan parkiran depan Citimall Gorontalo, Jl Sultan Botutihe No 68, Heledulaa Selatan, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo.
Ari mengaku terpaksa menjalani pekerjaan tukang parkir karena tidak ada pekerjaan lain. Ia hanya bermodalkan ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Apalagi Ari saat ini memiliki tanggungan lima anak, empat di antaranya masih duduk di bangku sekolah.
Baca juga: Sepatu Second Branded jadi Favorit Kawula Muda Gorontalo, Merek Jordan dan Dior Paling Laris
Penghasilan Ari tergantung banyaknya jumlah kendaraan yang terparkir.
"Kadang cuma dapat Rp50 ribu. Kadang juga Rp100 ribu sampai Rp200 ribu setiap hari. Bahkan pernah pulang cuman tangan kosong karena hujan," ujar Ari kepada TribunGorontalo.com, Rabu (17/1/2024).
Setiap hari Ari turun rumah mulai pukul 6 pagi dan pulang pukul 12 malam.
Penghasilannya langsung diberikan kepada istri untuk kebutuhan rumah tangga dan biaya sekolah anak.
"Kewajiban itu saya harus bawa uang setiap hari ke rumah," tuturnya.
Selain jadi juru parkir, Ari bekerja sampingan sebagai sopir becak motor (bentor).
Ari sudah bekerja di sana sejak citimall Gorontalo pertama kali diresmikan pada 2011.
Baginya juru parkir punya tanggung jawab besar dalam menjaga kendaraan pengunjung citimall Gorontalo.
Ari senantiasa waspada dan memerhatikan setiap kendaraan. Jikalau ada kendaraan atau helm yang hilang, ia harus bertanggung jawab mengganti kerugian tersebut.
"Waktu itu pernah ada motor hilang, ada juga helm hilang. Mau tidak mau kami harus ganti rugi," ungkapnya.
Kendati demikian, Ari tetap semangat dan bersyukur. Walaupun upahnya tak menentu, terpenting kerjanya halal dan hasil keringat sendiri.