Berita Ekonomi Gorontalo
Perubahan Musim Tanam Pengaruhi Harga Cabai di Pasar Gorontalo
Musim kemarau pada Juni hingga Desember 2023 membuat petani harus menggeser waktu penanaman cabai.
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Perubahan musim tanam mempengaruhi harga cabai di pasar Gorontalo.
Musim kemarau pada Juni hingga Desember 2023 membuat petani harus menggeser waktu penanaman cabai.
Cabai sebelumnya kerap ditanam Mei atau Juni kini harus ditanam di bulan Desember.
Dampaknya permintaan cabai Desember mengalami lonjakan.
Kabid Holtikultura Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Mommy Igirisa, mengatakan kebutuhan cabai masih bisa di tanggulangi. Namun, permintaan cukup tinggi jadi penyebab utama harga cabai naik.
“Desember kan seperti hari raya Idul Fitri, banyak yang mengonsumsi cabai,” ujar Mommy kepada TribunGorontalo.com, Selasa, (16/1/2024).
Musim kemarau disebut memengaruhi pertumbuhan cabai. Tanaman dikotil satu ini pun sulit tumbuh karena kurangnya asupan air.
Produksi cabai hanya sedikit. Akibatnya harga cabai mencapai Rp160 ribu per kilogram (kg).
Cabai kembali ditanam pada Januari 2024. Petani bisa memanennya pada Februari hingga April. Lalu akan kembali menanam di bulan Mei dan Juni.
Gorontalo mulai memasuki musim penghujan. Harga cabai makin turun drastis yakni Rp 40 ribu per kg.
Baca juga: Provinsi Gorontalo Punya Stok Beras 29.539 Ton, Dinilai Cukup Sampai Ramadhan
Diketahui, produksi cabai pada tahun 2024 sebanyak 15.520 ton. Luas panen sebesar 2.452 Ha yang terbagi dengan luas panen habis dan luas panen yang belum habis.
Luas panen habis di Kabupaten Pohuwato sebesar 379 Ha, Kabupaten Boalemo sebesar 211 Ha, Kabupaten Bone bolango sebesar 142 Ha, Kabupaten Gorontalo 363 Ha, Kabupaten Gorontalo Utara sebesar 242 Ha.
Adapun total luas panen habis di provinsi Gorontalo mencapai 1337 Ha.
Sedangkan luas panen yang belum habis di Kabupaten Pohuwato Sebesar 263 Ha, Kabupaten Boalemo 101 Ha, Kabupaten Bone bolango sebesar 132 Ha, Kabupaten Gorontalo 331 Ha, Kabupaten Gorontalo utara 287 Ha dan Kota Gorontalo 1 Ha.
Sehingga, jumlah luas panen belum habis totalnya 1115 Ha.
Jadi total luas panen keseluruhan di Kabupaten Pohuwato mencapai 642 Ha, Kabupaten Boalemo 312 ha, Kabupaten Vone bolango sebesar 279 Ha, Kabupaten Gorontalo Sebesar 694 Ha, Kabupaten Gorontalo Utara sebesar 529 Ha dan Kota Gorontalo 1 Ha.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Budidaya-cabai.jpg)