Sejarah dan Budaya
Kecamatan Paguat, Kota Tua Bersejarah di Gorontalo dan Berusia 165 Tahun
Mulai dari rumah-rumah tua, manuskrip peniggalan dan tugu-tugu tua masih berdiri kokoh ketika berkunjung.
Penulis: Rahman Halid | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kawasan-bangunan-tua-di-pesisir-Kecamatan-Paguat-Kabupaten-Pohuwato.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Berdiri sejak 165 tahun silam, Kecamatan Paguat memiliki nilai sejarah tersendiri bagi bagi Gorontalo terutama Kabupaten Pohuwato.
Mulai dari rumah-rumah tua, manuskrip peniggalan dan tugu-tugu tua masih berdiri kokoh ketika berkunjung.
Bahkan, digadang-gadang akan dinobatkan sebagai salah satu kota tua yang berada di Provinsi Gorontalo.
Hal itu pernah disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Pohuwato, Suharsi Igrisa.
Menurutnya, Kecamatan Paguat memiliki sejarah yang perlu diketahui oleh semua orang.
Hal itu bisa dilihat dari camat yang menjabat sudah yang ke-55 orang sejak camat pertama pada tahun 1858.
"Sangat panjang sejarahnya jika diceritakan. Intinya, total camat yang menjabat di Kabupaten Pohuwato total 55 orang, semenjak pertama kali di isi oleh Lebi Dunggio (1858-1864)," jelasnya.
Kalaupun bisa lanjut Suharsi sejarah Kecamatan paguat bisa diseminarkan dengan menghadirkan beberapa tokoh-tokoh sejarah Paguat yang paham asal-asul Kecamatan Paguat.
"Perlunya sejarah Paguat bisa diangkat dan diseminarkan untuk memperoleh informasi sejarah yang pasti, sehingga Paguat ini bisa ditetapkan sebagai kota tua yang bersejarah," imbuhnya.
Tetapi terlepas dari itu, seluruh masyarakat Kabupaten Pohuwato wajib mendukung Kecamatan Paguat ditetapkan menjadi salah satu kota tua di Provinsi Gorontalo.
"Saya pikir ini penting. Kita semua wajib mendukung Kecamatan Paguat menjadi salah satu icon Pohuwato, salah satu kota tertua di Provinsi Gorontalo," tuturnya
Sementara itu di tempat berbeda, Kerabat pemilik Rumah tua Sando Biya atau disapa Om pirida, menyampaikan mendukung jika Kecamatan Paguat dinobatkan menjadi salah satu kota tua di Provinsi Gorontalo.
"Rumah kakek saya ini berdiri sejak 1968 dan masih terawat sampe sekarang, sehingga sayapun mendukung jika kedepan Paguat dipilih menjadi kota tertua di Provinsi Gorontalo," tutupnya (*)
| Jejak Islam di Gorontalo, Masjid Sabilulhuda ‘Boki Owutango’ Berdiri Sejak 1525 |
|
|---|
| Sejarah Masjid Hunto Sultan Amai Gorontalo, Dibangun Sebagai Mahar Raja |
|
|---|
| Usai Temukan Jejak Leluhur di Gorontalo, 2 Turis Asal Belanda Akan Temui Keturunan yang Masih Hidup |
|
|---|
| 2 WNA Belanda Cari Keluarganya di Gorontalo, Modal Foto Temukan Rumah dan Makam Kakek Nenek |
|
|---|
| Benda Sejarah Gorontalo Mulai Dipulangkan dari Manado, Termasuk Tengkorak Manusia Oluhuta |
|
|---|