Rabu, 11 Maret 2026

Zona Perang

Korea Utara Tembakkan 200 Rudal ke Dekat Pulau-Pulau Korea Selatan, Warga Dievakuasi

Kejadian ini memicu evakuasi warga setempat setelah militer Seoul memberikan perintah evakuasi segera.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Korea Utara Tembakkan 200 Rudal ke Dekat Pulau-Pulau Korea Selatan, Warga Dievakuasi
Foto oleh Yonhap
Korea Utara menembakkan lebih dari 200 peluru artileri ke laut dekat sepasang pulau perbatasan Korea Selatan pada Jumat pagi, kata militer Seoul. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Korea Utara kembali menciptakan ketegangan di Semenanjung Korea setelah menembakkan lebih dari 200 proyektil artileri ke laut di dekat pulau-pulau Korea Selatan pada Jumat pagi (5/1/2024). 

Kejadian ini memicu evakuasi warga setempat setelah militer Seoul memberikan perintah evakuasi segera.

Menurut pernyataan juru bicara Kepala Staf Gabungan, Kolonel Lee Seong-jun, tembakan tersebut terjadi antara pukul 9:00 hingga 11:00 pagi ke perairan utara pulau Baengnyeong dan Yeonpyeong di Laut Kuning.

Beruntung, tidak ada kerusakan yang dilaporkan pada warga sipil atau personel militer.

Tembakan tersebut dikonfirmasi hanya mencapai wilayah utara Garis Batas Utara (NLL), batas maritim de facto antara kedua Korea.

Sebagai langkah pencegahan, militer mengeluarkan perintah evakuasi kepada warga di pulau-pulau tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh agensi berita Yonhap.

Pulau Yeonpyeong pernah menjadi sasaran serangan artileri dari Korea Utara pada tahun 2010, yang menyebabkan dua warga sipil dan dua marinir tewas, serta melukai 18 orang lainnya.

Ketegangan antara kedua Korea telah mencapai puncaknya dalam beberapa tahun terakhir. 

Terutama Korea Utara melakukan uji coba misil dan senjata secara intensif sejak tahun 2022.

Pada bulan November, Pyongyang mengumumkan penarikan diri dari pakta militer antar-Korea 2018, yang bertujuan mengurangi ketegangan di daerah perbatasan, setelah meluncurkan satelit mata-mata militer pertamanya.

Kolonel Lee Seong-jun menyampaikan peringatan keras, ia menyatakan bahwa Korea Utara sepenuhnya bertanggung jawab atas eskalasi krisis ini.

"Kami mendesak mereka untuk segera menghentikan tindakan provokatif ini," katanya. 

Militer Korea Selatan bersama Amerika Serikat terus memantau perkembangan situasi dan berencana mengambil tindakan yang sesuai sebagai respons terhadap setiap provokasi lebih lanjut dari Korea Utara.

Sementara itu, mariner Korea Selatan di Pulau Yeonpyeong menjalankan latihan tembak langsung sebagai respons terhadap insiden ini.

Menteri Pertahanan Shin Won-sik menggambarkan penembakan artileri Korea Utara sebagai tindakan provokatif yang mengancam perdamaian di Semenanjung Korea dan meningkatkan ketegangan.

Sebelum insiden tembakan, media negara Korea Utara melaporkan kunjungan pemimpin Kim Jong Un ke pabrik peluncur misil, di mana ia memerintahkan peningkatan persiapan.

"Konfrontasi militer dengan musuh," katanya.

Hal ini menambahkan kekhawatiran terhadap perkembangan situasi di kawasan tersebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved