Viral Nasional
2 Mayat di Kota Blitar Diduga Korban Pembunuhan, Tewas Seminggu sebelum Ditemukan
Dua mayat yang ditemukan di rumah penitipan hewan Kota Blitar diduga korban pembunuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Lokasi-Mayat-Busuk-di-Blitar.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Dua mayat yang ditemukan di rumah penitipan hewan Kota Blitar diduga korban pembunuhan.
Menurut Dokter Spesialis Forensik RS Bhayangkara Kediri, dr Tutik Purwanti, terdapat 20 luka pada jasad Luciani Santoso.
Wanita berusia 53 tahun itu merupakan teman Ragil Sukarno Utomo (50) yang juga ditemukan tewas di rumah, Jalan Sulawesi, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (1/1/2024).
"Dari pemeriksaan terhadap dua jasad, ditemukan beberapa luka di daerah kepala, baik kepala belakang dan daerah rahang," kata dr Tutik kepada Kompas.com, Rabu (3/1/2024).
Oleh tim forensik, jasad Ragil ditemukan tujuh luka.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menduga bahwa kedua perempuan itu merupakan korban pembunuhan.
Kapolres Blitar Kota, AKBP Danang Setiyo PS menjelaskan, dugaan tersebut muncul karena polisi tidak menemukan tanda-tanda perampokan maupun pencurian.
"Karena pintu pagar depan terkunci, tergembok.
"Tidak ada tanda-tanda perampokan atau pencurian meskipun terdapat sejumlah barang milik korban yang hilang,” ungkapnya.
Walau meyakini korban tewas dibunuh, polisi mendapati sejumlah barang milik korban hilang.
Barang-barang itu antara lain ponsel korban.
Korban tewas seminggu sebelum ditemukan
Hasil otopsi menunjukkan tanda-tanda kedua korban telah lama tewas.
Dokter forensik menduga Ragil dan Luciani meninggal pada 26 atau 27 Desember 2023.
"Diperkirakan meninggalnya agak jauh dari penemuan jasadnya," ujar dr Tutik.
Dalam jasad korban juga terdapat belatung yang mengindikasikan kematian keduanya sudah cukup lama.
Saat ini polisi masih mencari Digital Video Recorder (DVR) CCTV.
Untuk diketahui, DVR berfungsi menyimpan rekaman video dari kamera dan mengolahnya dalam bentuk digital.
Danang mengungkapkan, di lokasi sebenarnya terpasang beberapa CCTV atau kamera pengawas.
Kamera itu diduga berfungsi memantau kondisi hewan yang dititipkan.
"Sedang kami cari," tuturnya.
Untuk mengungkap kasus ini, polisi telah memeriksa lima saksi.
Salah satunya adalah AF (21), laki-laki yang tinggal di rumah tersebut bersama kedua korban.
Rumah yang jadi tempat penitipan hewan itu dihuni tiga orang yakni dua perempuan dan satu laki-laki.
Artikel ini telah tayang di TribunJateng
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.