Kamis, 5 Maret 2026

Pemilu 2024

Substansial atau Gimik? Kampanye Politik Pakai Anime

Hal ini terlihat dari beberapa politisi yang menggunakan karakter anime seperti Naruto dan Monkey D. Luffy One Peace dalam kampanye mereka.

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Substansial atau Gimik? Kampanye Politik Pakai Anime
Kompas.com
Baliho bergambar Naruto dengan ukuran besar di kawasan Depok Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengkampanyekan pasangan Capres Nomor Urut 2. (Kompas.com) 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Penggunaan karakter anime dalam kampanye politik menjadi tren baru di Indonesia pada Pemilu 2024.

Hal ini terlihat dari beberapa politisi yang menggunakan karakter anime seperti Naruto dan Monkey D. Luffy One Peace dalam kampanye mereka.

Pemilihan karakter anime sebagai alat kampanye menunjukkan pemahaman politisi terhadap preferensi generasi Z. Hal ini karena anime merupakan hiburan populer di kalangan generasi Z.

Menurut seorang magister ilmu komunikasi, Wardoyo Dingkol.S.I.Kom.,M.I.Kom, penggunaan karakter anime dalam kampanye memiliki beberapa keunggulan.

Pertama, karakter anime dapat menciptakan daya tarik visual yang kuat. Hal ini karena karakter anime umumnya memiliki desain yang menarik dan mudah diingat.

Kedua, karakter anime dapat menciptakan resonansi emosional. Hal ini karena karakter anime sering kali memiliki kisah hidup dan nilai-nilai yang dapat diidentifikasi oleh generasi Z.

Wardoyo Dingkol, jebolan S2 Universitas Hasanuddin Makassar.
Wardoyo Dingkol, jebolan S2 Universitas Hasanuddin Makassar. (DOC pribadi)

Ketiga, karakter anime dapat menciptakan efek viral di media sosial. Hal ini karena konten yang unik dan menarik cenderung lebih cepat disebarkan di platform media sosial.

"Namun, penggunaan karakter anime dalam kampanye juga memiliki beberapa keterbatasan," ucap pria yang kerap disapa Edo tersebut kepada TribunGorontalo.com, Sabtu (30/12/2023). 

Pertama, penggunaan karakter anime hanya sekadar pencitraan dan tidak disertai dengan pesan politik yang substansial.

Kedua, penggunaan karakter anime dapat menimbulkan perbedaan respon dari kalangan penggemar anime. Hal ini karena preferensi terhadap anime dapat bervariasi antar individu.

Terlepas dari keterbatasannya, penggunaan karakter anime dalam kampanye merupakan strategi komunikasi politik yang inovatif dan berpotensi besar.

Sebuah baliho bergambar karakter One Peace.
Sebuah baliho bergambar karakter One Peace.

Namun, strategi ini perlu dibarengi dengan pesan politik yang substansial untuk meraih kepercayaan pemilih.

Strategi Baru untuk Menjangkau Generasi Z

Penggunaan karakter anime dalam kampanye politik merupakan strategi baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia.

Strategi ini dapat menjadi salah satu cara untuk menjangkau generasi Z, yang merupakan kelompok pemilih terbesar pada Pemilu 2024.

Generasi Z adalah generasi yang tumbuh dan berkembang di era digital. Mereka memiliki gaya hidup yang berbeda dari generasi sebelumnya.

Mereka lebih menyukai konten yang unik, menarik, dan relevan dengan minat mereka.

Penggunaan karakter anime dalam kampanye dapat menjadi cara yang efektif untuk menarik perhatian generasi Z.

Hal ini karena karakter anime umumnya memiliki desain yang menarik dan mudah diingat. Selain itu, karakter anime sering kali memiliki kisah hidup dan nilai-nilai yang dapat diidentifikasi oleh generasi Z.

Namun, penggunaan karakter anime dalam kampanye juga perlu dibarengi dengan pesan politik yang substansial.

"Hal ini untuk memastikan bahwa strategi ini tidak hanya sekadar pencitraan, tetapi juga dapat mengedukasi dan meyakinkan pemilih untuk memilih kandidat tersebut," tukas Wardoyo. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved