Rabu, 4 Maret 2026

IMIP Morowali

Mengenal PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel di IMIP Morowali, 59 Korban Smelter Meledak

PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Kawasan Industri Morowali adalah salau satu tenan yang beroperasi di Kawasan Industri Indonesia Morow

Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Mengenal PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel di IMIP Morowali, 59 Korban Smelter Meledak
Kolase Tribunnews (YouTube Tribun Palu)
Pekerja menyelamatkan diri dari ledakan tungku Smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Minggu (24/12/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Sebanyak 59 pekerja menjadi korban setelah tungku smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Kawasan Industri Morowali meledak pada Minggu (24/12/2023).

Akibat ledakan tersebut 13 orang meninggal dunia termasuk 4 orang Tenaga Kerja Asing (TKA) dan 9 orang pekerja Indonesia.

Sementara itu, 29 pekerja mengalami luka berat, 12 lainnya luka sedang, dan 5 korban mengalami luka ringan.

Lalu apa itu PT ITSS di Morowali? 

PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di Kawasan Industri Morowali adalah salau satu tenan yang beroperasi di Kawasan Industri Indonesia Morowali Industri Park (IMIP) Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah
 
ITSS merupakan perusahaan yang berfokus pada pengolahan bijih nikel.

Melansir laman Kementerian dan Sumber Daa Mineral (ESDM), saham mayoritas ITSS, sebesar 50 persen berada di bawah naungan Tsingshan Holding Group Company Limited asal China.

Tsingshan Holdings sendiri didirikan pada 1988 oleh Xiang Guangda di Wenzhou.

 Sementara saham sisanya dimiliki Ruipu Technology Group Company Limited, Tshingtuo Group Co.Ltd, PT Indonesia Morowali Industrial Park, dan Hanwa Company Limited.

Perusahaan ini mendapatkan izin operasi dari 2019 hingga 2049 mendatang.

Pusat operasi PT ITSS berada di Kabupaten Morowali dengan target kapasitas 600 ribu ton per tahun dan stainless steel sebanyak 1 juta ton per tahun.

PT ITSS sendiri memiliki lebih dari 20 smelter pengolahan nikel di Morowali.

Pada 2 tahun lalu, tepatnya 2021, perusahaan ini disebut-sebut menyumbang hampir seperempat dari produksi global.

Kronologi Tungku Smelter PT ITSS Meledak

Insiden tungku smelter PT ITSS meledak terjadi pada Minggu sekira pukul 05.30 Wita.

Kecelakaan kerja itu terjadi saat pekerja melakukan perbaikan tungku dan pemasangan pelat pada bagian tungku.

Ledakan terjadi diduga karena bagian bawah tungku masih terdapat cairan pemicu ledakan.

Demikian disampaikan Kepala Divisi Media Relations PT IMIP, Dedy Kurniawan, melansir TribunPalu.com.

"Hasil investigasi awal, penyebab ledakan diperkirakan karena bagian bawah tungku masih terdapat cairan pemicu ledakan."

"Adapun di lokasi juga terdapat banyak tabung oksigen yang digunakan untuk pengelasan dan pemotongan komponen tungku."

"Akibatnya, ledakan pertama memicu beberapa tabung oksigen di sekitar area ikut meledak," jelasnya.

Dikatakan Dedy, kebakaran tungku berhasil dipadamkan pukul 09.10 Wita.

Pekerja Lompat Selamatkan Diri

Sejumlah pekerja nekat melompat dari ketinggian demi menyelamatkan diri dari ledakan di PT ITSS, Morowali.

Berdasarkan video yang beredar di Facebook, terlihat beberapa pekerja melompat dari ketinggian.

Sedangkan sejumlah pekerja lain yang menggunakan helm kuning berlarian menjauhi kepulan asap.

Ada yang melompat dan terbentur dinding bangunan smelter.

Pekerja yang berhasil keluar dari smelter kemudian dilarikan ke pelayanan kesehatan menggunakan truk.

Investigasi Penyebab Kebakaran

PT IMIP bersama sejumlah pihak melakukan investigasi terkait pemicu ledakan yang menewaskan 13 pekerja.

Dedy mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk melakukan investigasi tersebut.

Perihal akan dibentuk atau tidaknya Tim Pencari Fakta akan insiden ini, Dedy menyerahkan hal itu kepada pemerintah.

"Soal tim pencari fakta kami serahkan ke pemerintah. Saat ini tim kami bersama pemerintah dan kepolisian sedang lakukan investigasi mendalam terkait hal ini," ujarnya.

PT IMIP akan menanggung seluruh biaya perawatan bagi korban dan memenuhi hak dan kewajiban para korban.

"Pihak manajemen PT IMIP sendiri masih berkoordinasi untuk penanganan krisis seluruh aspek, antara lain mencakup penyiagaan keamanan dan keselamatan karyawan, klinik medis, sekuriti, dan penyediaan informasi kepada publik," papar Dedy.

"Saat ini, beberapa korban yang berhasil diidentifikasi, dan atas permintaan pihak keluarga korban, jenazah mereka hari ini telah diterbangkan ke kampung halaman masing-masing," pungkasnya.

Terbesar Dalam Sejarah

 Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, buka suara soal ledakan hebat di smelter PT Indonesia Tsingshan Stainless Steel (ITSS) di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

Ia mengatakan ledakan ini merupakan terbesar dalam sejarah pengoperasian smelter milik perusahaan China di Indonesia.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menegaskan pemerintah perlu sungguh-sungguh dalam menindaklanjuti kasus ini.

Lebih lanjut, pemerintah juga diminta bertanggung-jawab untuk mengusut tuntas kasus ini.

"Kita perlu tahu apa penyebab dari ledakan smelter tersebut, apakah karena faktor lemahnya keandalan pabrik, murni faktor kelalaian manusia, atau ada sebab-sebab lain," kata Mulyanto dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunnews, Senin (25/12/2023).

Mulyanto menyebut peristiwa ini harus menjadi pelajaran berharga.

Oleh karena itu, harus benar-benar dipahami dan menjadi momentum untuk mengevaluasi semua kesepakatan kerjasama dengan perusahaan China.

Pemerintah diminta mencari akar-masalahnya, sehingga dapat dicegah kejadian seperti ini berulang di masa depan.

 Perihal korban dan para keluarganya, Mulyanto meminta PT ITTS wajib bertanggung-jawab dalam pengobatan, perawatan, pemakaman, dan pemberian santunan.

Kemudian, Mulyanto juga meminta pemerintah menghentikan sementara (moratorium) semua operasional smelter perusahaan asal China di Indonesia.

Pemerintah disebut perlu mengaudit semua smelter tersebut secara ketat karena sering terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan korban jiwa.

Dia bilang, audit harus dilakukan secara profesional, objektif, dan menyeluruh terhadap aspek keamanan dan keselamatan kerja.

Mulyanto tak ingin karena ada pertimbangan politik, pemerintah mengabaikan aspek keamanan dan keselamatan kerja di perusahaan-perusahaan itu.

"Sudah menjadi rahasia umum kalau sebagian besar alat kerja di smelter-smelter milik China diimpor dari China juga. Bahkan, sampai komponen terkecil seperti baut dan mur," kata Mulyanto.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil PT ITSS Morowali, Perusahaan asal China yang Smelternya Meledak hingga Tewaskan 13 Orang

Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Korban Tewas Kecelakaan Kerja di PT ITSS Morowali Bertambah Jadi 13 Orang, Total 6 Pekerja WNA

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved