Viral Nasional
Pria Jakarta Nyaris Bunuh Imam Masjid karena Merasa Terganggu
Targetnya addalah seorang imam masjid. Rencana itu dijalankan oleh MAA pada Jumat malam, 15 Desember 2023, di Jalan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta T
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-imam-masjid.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Kejadian mengerikan terjadi di Jakarta Timur, di mana seorang pria berusia 26 tahun bernama MAA hampir melakukan pembunuhan.
Targetnya addalah seorang imam masjid. Rencana itu dijalankan oleh MAA pada Jumat malam, 15 Desember 2023, di Jalan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur.
MAA, tanpa merasa bersalah, membawa pisau dapur dan hampir menusuk imam Mushala Baitulhuda.
Kapolsek Kramatjati, Kompol Rusit Malaka, menjelaskan bahwa MAA merasa terganggu oleh suara pengajian dari mushala tersebut.
Pelaku bahkan mengambil pisau dapur dari rumahnya dan menyimpannya di pinggang sebelah kiri sebelum menuju mushala dengan maksud mencari imam yang memimpin shalat Isya.
Sekitar pukul 19.45 WIB, MAA bertemu dengan imam LF di depan musala dan langsung mengarahkan pisau ke arah korban.
Beruntung, LF berhasil menghindar dan berteriak minta tolong, sehingga warga sekitar segera datang memberikan pertolongan.
Pelaku kemudian diamankan dan dibawa ke Mapolsek Kramatjati.
Dalam pemeriksaan, MAA mengaku berniat melukai LF karena merasa terganggu oleh suara bacaan Alquran yang dilantunkannya.
Saat ini, pelaku ditahan di Mapolsek Kramatjati dan dijerat dengan Pasal 335 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) serta Pasal 2 Ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 terkait Tindak Pidana Pengancaman dan Kedapatan Membawa Senjata Tajam Tanpa Hak.
Sementara itu, kejadian memalukan juga terjadi di sebuah masjid di Kediri, Jawa Timur.
Dualisme Takmir Masjid Al Muttaqun di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri, memicu perkelahian antar dua kubu takmir yang berujung pada tindak kekerasan.
Salah satu korban harus dirawat di Rumah Sakit Muhammadiyah atas nama Muhammad Ilhamudin (26) dengan luka memar dan gejala muntah-muntah.
Kejadian tersebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap penggantian imam salat Magrib.
Puluhan personel kepolisian mengamankan kedua kubu takmir untuk mencegah bentrokan susulan.