Berita Kabupaten Gorontalo
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo Ungkap Kondisi Pemkab Pasca-Adu Mulut Wakil Bupati Hendra Hemeto
Perseteruan antara Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dan Wabup Hendra Hemeto, tak berdampak pada kinerja pemerintah daerah (pemda).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bupati-Gorontalo-Nelson-Pomalingo-7777.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo-- Perseteruan antara Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dan Wabup Hendra Hemeto, tak berdampak pada kinerja pemerintah daerah (pemda).
Hal itu diungkapkan Nelson saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Kamis (21/12/2023).
Neslon menjelaskan bahwa dirinya tak begitu menanggapi persoalan tersebut.
Baginya, kinerja pemda jelang akhir periodenya, menjadi hal yang patut dijaga stabilitasnya.
"Sebenarnya saya tak mau menanggapi hal ini lagi, tapi saya ingin tegaskan bahwa kita (pemda), tetap fokus pada penyelesaian program di akhir tahun 2023," tegas Nelson.
Mantan Rektor UNG ini belum juga bertemu dengan Hendra pasca insiden yang terjadi beberapa hari lalu.
"Saya terbuka, dan sama-sama kita saling mengkoreksi," timpalnya.
Diterpa krisis ekonomi pasca covid-19, bagi Nelson adalah hal yang patut menjadi perhatian, bukan malah menyeriusi kejadian tersebut.
"Saya tidak ingin berkonflik dengan siapa-siapa, apalagi ini juga momentum politik," tandasnya.
Tanggapan Pengamat Politik
Pengamat Politik Eka Putra Santoso menyebut, setidaknya ada dua hal yang menjadi benang merahnya.
Pertama dari segi politik, memasuki tahun pemilu, Eka mengungkapkan Wabup Hendra, ingin menunjukkan taringnya ke publik.
"Protes kepada bupati di ruang publik adalah sinyal bahwa dia (Hendra) ingin mem-brand diri," katanya kepada TribunGonrontalo.com, Jumat 15 Desember 2023.
Lanjut Eka, Bupati Nelson harusnya tidak terpancing dengan manuver yang dilakukan oleh Wabup Hendra, mengingat tahun depan adalah masa akhir pemerintahan Nelson di periode keduanya sebagai kepala daerah.
Dosen IAIN ini menilai hal yang dilakukan oleh politisi Golkar Hendra Hemeto tersebut merupakan kewajaran jelang pesta demokratis.