Human Interest Story
Cerita Kahar, Penjual Rumput Gajah di Gorontalo, Ternyata Raup Jutaan Rupiah per Hari
Seorang penjual rumput gajah di Gorontalo menceritakan pendapatannya yang untung hingga jutaan rupiah per harinya.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kahar-54-seorang-penjual-rumput-gajah-8888899.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Seorang penjual rumput gajah di Gorontalo menceritakan penghasilannya mencapai jutaan rupiah per harinya.
Kahar (57), penjual rumput gajah mengungkapkan kehidupannya setelah pensiuan dari TNI.
Sebelumnya, pria asal Desa Popodu, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo ini bertugas di Kota manado.
Dia menjadi petani dan penjual rumput gajah di Gorontalo, kampung halaman istrinya.
Dua tahun lalu tepatnya pada 2021, ia kembali ke Gorontalo untuk mencoba kebiasannya sebagai petani.
Ia melihat, banyak para peternak kambing maupun sapi di Gorontalo mencari rumput gajah untuk memenuhi kebutuhan pangan hewan ternaknya.
Diaa berinisiatif untuk menanam rumput gajah di lahan pekarangannya dan menjualnya kepada para peternak yang membutuhkan tanaman tersebut.
Tiap harinya, tepatnya di sore hari, Kahar menjual rumput gajah itu di ujung Jalan Gorontalo Auto Ring Road (GORR) yang berada di Kabupaten Bone Bolango.
Ia mengaku, tiap harinya, rumput yang dijualnya sering laku terjual. Meskipun hanya dijual Rp 10 ribu per ikat.
"Alhamdulillah menguntungkan, tiap hari laku, walaupun hanya Rp. 10 ribu," ujar Kahar saat ditemui di ujung Jalan GORR, Selasa (19/12/2023) sore hari.
Kata Kahar, dibanding ia menanam jagung, lebih baik ia menanam rumput gajah. Sebab, keuntungannya lebih menjanjikan.
Seharian saja, ia bisa meraup untung sebesar Rp 1 juta bahkan kadang sampai Rp 2 juta. Sebab, tiap harinya, rumput gajah yang dijualnya itu laku sampai 100 - 200 ikat.
"Dulu, sebelum musim kering kemarin itu datang, rumput gajah yang saya jual ini bisa laku sampai 100 - 200 ikat," imbuhnya.
Kini, keuntungan Kahar hanya mencapai ratusan ribu perharinya. Sebab, masih masa transisi dari musim kering ke musim penghujan.
Kahar menjelaskan, bahwa rumput gajah yang dijualnya itu memiliki tiga jenis. Yaitu super, tebu, dan jenis rumput gajah pondang.