Pilpres 2024
Gibran Siap Terima Teguran KPU, Minta Maaf Atas Sikap Berlebihan di Debat Pilpres
Gibran diketahui beranjak dari tempat duduknya karena merespons jawaban Capres Prabowo soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dianggap menyalahi e
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Gibran-Raka-bersikap-berlebihan-saat-Debat-Capres.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, mengaku siap menerima teguran dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkait sikapnya yang berlebihan dalam debat perdana Pilpres 2024.
Gibran diketahui beranjak dari tempat duduknya karena merespons jawaban Capres Prabowo soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dianggap menyalahi etika hukum.
Pertanyaan itu dilontarkan oleh capres nomor urut satu Anies Baswedan.
Pada momen debat itu, Prabowo membela putusan MK yang meloloskan Gibran untuk dapat maju menjadi menjadi cawapres.
Mendengar jawaban Prabowo, Gibran pun berdiri dan memandu sorak para pendukungnya. Momen itu pun viral dan mendapat sorotan KPU.
"Semua teguran, evaluasi kami terima," kata Gibran di Solo, Jawa Tengah, Kamis (14/12/2023).
Gibran juga menyampaikan permintaan maaf terkait sikapnya itu. "Saya mohon maaf sebelumnya," ungkap Wali Kota Solo itu.
KPU sebelumnya menyatakan akan memberikan teguran kepada tim pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) yang melakukan tindakan berlebihan dalam debat Pilpres 2024.
Tindakan berlebihan itu, antara lain, berdiri dari tempat duduk, berbicara tidak pada tempatnya, atau melakukan gerakan-gerakan yang dianggap tidak etis.
KPU menilai sikap Gibran yang berdiri dari tempat duduknya dan memandu sorak para pendukungnya merupakan tindakan yang berlebihan.
KPU khawatir hal itu dapat menimbulkan kegaduhan dan mengganggu jalannya debat.
Dengan sikapnya yang siap menerima teguran dan menyampaikan permintaan maaf, Gibran dinilai telah menunjukkan sikap yang dewasa dan bertanggung jawab. (*)