Pemkot Gorontalo
Pemkot Gorontalo Raih Penghargaan Smart City dari Kemenkominfo RI
Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo meraih penghargaan bergengsi sebagai salah satu kota yang telah mewujudkan kota cerdas (Smart City).
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pemkot-Gorontalo-saat-menerima-penghargaan-99900.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo meraih penghargaan bergengsi sebagai kota yang telah mewujudkan kota cerdas (Smart City).
Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Menteri Kominfo RI, Budi Arie Setiadi.
Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Gorontalo, Daud Rafertian Panigoro, Kamis (7/12/2023) pagi di Jakarta.
Penghargaan itu juga diberikan, sebagai apresiasi terhadap upaya Pemkot Gorontalo dalam menerapkan teknologi informatika guna meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Selain Pemkot Gorontalo, terdapat 49 pemerintah kabupaten kota lainnya yang turut menerima penghargaan tersebut.
Namun, hanya Pemkot Gorontalo satu-satunya pemerintah daerah yang menerima penghargaan tersebut di Provinsi Gorontalo
Daud Rafertian Panigoro mengatakan, bahwa hasil tersebut disebabkan oleh kerja keras dalam Pemkot Gorontalo menggerakkan kota cerdas di Kota Gorontalo.
"Penghargaan ini tidak serta merta diterima oleh Dinas Kominfo atau Pemkot Gorontalo saja, tetapi prosesnya sudah berjalan panjang, atau sudah ada tahapan-tahapan yang dilewati. Mulai dari tahapan pemenuhan dokumen pada tahun 2022 sampai dengan asesmen dari pemerintah pusat, dan dilaksanakan di tahun 2022," kata Daud.
Kepala Dinas Kominfo Kita Gorontalo itu bersyukur, bahwa Kota Gorontalo termasuk daerah yang telah siap untuk melaksanakan gerakan smart city dan dijadikan Kemenkominfo sebagai daerah pelaksanaan bimtek.
"Ada empat kali bimtek yang tenaga ahlinya atau tim ahli itu dari kementrian kominfo, dimana telah menyiapkan tim ahli dan penyusunan dokumen master plan, kemudian cetak buku itu dilaksanakan oleh kementrian kominfo RI, melalui tim ahlinya. Biasanya master plan berlangsung lima tahun, dan untuk melaksanakannya otomatis ada yang namanya quick win atau percepatannya dalam 1 tahun seperti apa," jelas Daud.
"Nah, percepatan untuk satu tahun akan kita lihat progresnya seperti apa, sehingga kita daerah dalam hal ini Dinas Kominfo dan Bappeda perlu melakukan evaluasi. Setelah dievaluasi tingkat daerah kemudian itu akan dibawa ke tingkat pusat. Selanjutnya di tingkat pusat para tim ahli akan melaksanakan evaluasi terkait dengan quick win yang sudah dilaksanakan di tingkat daerah," tambahnya.
Daud menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, dan Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan Kono, serta Sekda Kota Gorontalo Ismail Madjid dan kepada seluruh pihak yang terlibat.
"Penghargaan yang kami terima ini, bagi saya merupakan sebuah tantangan pengimplementasian smart city di Kota Gorontalo," tandasnya. (ADV)