Human Interest Story
Cerita Martin Hunou, Penjual Nasi Kuning di Pohuwato
Cerita Martin Hunou (42) warga Pohuwato yang mendapat bantuan Penerima Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Martin-Hunou-warga-Pohuwato-di-Warung-Nasi-Kuning-n8899988.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, POHUWATO - Cerita Martin Hunou (42) warga Pohuwato yang mendapat bantuan Penerima Keluarga Harapan (PKH) dari pemerintah
Martin Hunou mengatakan dia dan keluarganya mendapat bantuan sosial berupa saldo dana gratis sebesar Rp. 3.000.000
"Seandainya kami tidak ada KIS , mungkin saya dan istri tidak akan bisa membuka usaha. Kami sangat berterima kasih karena sudah menjadi peserta PKH dan dapat menggunakan KIS ini," ujar Martin, kepada tribungorontalo.com, Sabtu, (9/12/2023).
Ia menambahkan beberapa tahun yang lalu dirinya hanya pendatang di Kabupaten Pohuwato. Saat itu dirinya berkeinginan membuka usaha tetapi terkendala dengan modal.
"Bersyukur, karena telah terdaftar sebagai KIS oleh BPJS Kesehatan segmen PKH saya bisa membuka usaha menjual nasi kuning," pungkasnya.
Warga Desa Buntulia Selatan berbagi pengalamannya beberapa tahun lalu tentang yang mendapatkan asuransi kecelakaan dan kematian BPJS Kenegakerjaan.
"Jadi adik sayapun kemarin sudah daftar asuransi kecelakaan dan kematian melalui BPJS Ketenagakerjaan, walaupun itu akan digunakan ke depan, tapi kami rasa itu perlu sekali," jelas Martin.
Dia mengakui program itu sangat membantu ekonomi keluarga walaupun saat ini dirinya mendapatkan penghasilan tidak terlalu besar.
"Sangat terbantu, walaupun penghasilan tidak besar, tapi bisa untuk saya dan anak beserta suami untuk makan," tuturnya.
Apalagi program PKH, dirinya tidak lagi seharian di rumah bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT) karena sudah ada usaha kecil-kecilan.
"Walaupun usaha kecil minimal saya punya pekerjaan sampingan menjual nasi selain menjaga anak-anak saya," tutupnya.