HUT Provinsi Gorontalo
HUT ke-23 Provinsi Gorontalo, Begini Tanggapan Warga dan Pejabat di Pohuwato
Tanggapan dan harapan warga Pohuwato saat momentum Hari Ulang Tahun ke-23 Provinsi Gorontalo
Penulis: Rahman Halid | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ikon-Kabupeten-Pohuwato-Provinsi-Gorontalo-778.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Tanggapan dan harapan warga Pohuwato saat momentum Hari Ulang Tahun ke-23 Provinsi Gorontalo
Kabe Ayula (55) warga Desa Bulili Pohuwato, Gorontalo berharap warga Pohuwato mendapatkan semua haknya.
Baik itu pendidikan, subsidi kesehatan, perbaikan ekonomi dan infrastruktur di tiap Desa, dan terakhir soal lingkungan.
Katanya, warga Pohuwato memiliki taraf ekonomi di bawah, dan hanya yang mempunyai uang dan kedekatan dengan pemerintah yang bisa mendapatkan haknya.
"Saya tidak minta banyak, berikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, baik itu subsis kesehatan dan ekonomi," tandasnya.
Sementara itu lanjut Kabe, apalagi soal lingkungan, karena pertambangan liar di Kabupaten Pohuwato dirinya tidak bisa menanam padi lagi.
"Semua ini saling berkaitan, ketika aktivitas tambang banyak di Pohuwato lingkungan rusak dan petani menderita termasuk saya. Saya pikir ini harus bisa dipikirkan bersama-sama," tandasnya.
Katanya, selama hidupnya melihat perubahan Pohuwato, hanya saja itu hanya dimiliki oleh orang kaya.
"55 Tahun saya hidup di Pohuwato. tempat ini kayak akan sumber daya alam, tapi kami tidak bisa menikmatinya," tuturnya.
Ketua DPRD Kabupaten Pohuwato Nasir Gias mengatakan dirinya bersyukur bisa berkontribusi penuh untuk pembangunan Pohuwato.
Selama 20 tahun di dunia politik dirinya banyak melihat dan mengalami pasang surut pembangunan Gorontalo terutama Kabupaten Pohuwato.
dirinya mengakui banya hal yang harus diperbaiki baik di bidang Pendidikan, Jalan, Infrastruktur dan Lingkungan.
"Saya paham banyak yang kuras selama ini di Kabupaten Pohuwato, tapi semua pejabat publik berupaya untuk memperbaiki semua masalah itu," tandasnya.
Menurutnya mereka hanya manusia biasa yang banyak memiliki kekurangan dan kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.
"Kami tidak bisa memberikan kesempurnaan tapi kami berusaha adanya perbaikan, apalagi kami baru saja di terpa musibah pembakaran kantor Bupati," ujarnya. (*)