Erupsi Gunung Marapi
Update Korban Erupsi Gunung Marapi Sumbar: 11 Meninggal, 52 Pendaki Selamat
Sebagai informasi, Gunungapi Marapi secara administratif terletak dalam wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM -- Update perkembangan evakuasi korban erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar) per Senin (4/12/2023).
Data yang diungkapkan Kepala Kantor SAR Kota Padang, Sumbar, Abdul Malik bahwa pihaknya berhasil mengevakuasi 14 orang pada pukul 07.10 WIB, Senin hari ini.
Sayangnya, dari 14 pendaki yang divakuasi tersebut, 11 orang dinyatakan meninggal dunia. Beruntung, 3 orang pendaki sisanya, dalam kondisi selamat.
"Tim gabungan berhasil menemukan tiga orang dalam keadaan selamat dan 11 orang meninggal dunia," ungkap Abdul Malik.
Saat ini kata Abdul Malik, tim SAR gabungan berupaya melakukan pencarian terhadap 12 pendaki lainnya sejak Gunung Marapi ini erupsi pada Minggu (3/12/2023) sore.
Menurut data tim SAR, ada 75 penyintas yang harus dievakuasi.
Jika ditambahkan dengan data evakuasi pagi ini, sudah ada 63 orang yang berhasil dievakuasi.
Meski, 11 orang di antaranya ditemukan meninggal dunia.
Adapun sisanya 52 orang yang selamat sudah kembali ke rumah masing-masing, sementara lainnya ada yang dirawat di RS Kota Bukittinggi dan Kota Padang Panjang.
Artinya, kini tersisa 12 orang yang sementara dalam masa pencarian oleh tim SAR gabungan.
Sebagai informasi, Gunungapi Marapi secara administratif terletak dalam wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat.
Gunung Marapi dipantau secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berada di Jl. Prof. Hazairin no 168 Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat.
Aktivitas vulkanik Gunung Marapi pada awal tahun 2023 didominasi oleh terjadinya erupsi eksplosif yang berlangsung sejak 7 Januari 2023 hingga 20 Februari 2023 dengan tinggi kolom erupsi berkisar antara 75 – 1000 meter dari puncak.
Selanjutnya erupsi berhenti dan aktivitas kegempaan lebih didominasi oleh Gempa Tektonik Lokal dan Tektonik Jauh. Tingkat aktivitas pada saat ini berada pada Level II (waspada) sejak 3 Agustus 2011.
Perkembangan terakhir aktivitas Gunung Marapi hingga 3 Desember 2023 pukul 18.00 WIB terjadi erupsi eksplosif dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 3.000 meter di atas puncak (5.891 m di atas permukaan laut).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Evakuasi-korban-erupsi-Gunung-Marapi-Sumbar.jpg)