Viral Nasional

Remaja Tewas Tersambar Petir Saat Bermain Ponsel di Dalam Kamar

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pengubuhan, Lampung Tengah.

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Ilustrasi rumah disambar petir. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Seorang remaja bernama Galez Catur Pratama (13) tewas tersambar petir saat bermain ponsel di dalam kamarnya, Senin (27/11/2023).

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Lempuyang Bandar, Kecamatan Way Pengubuhan, Lampung Tengah.

Menurut Antonika (40), warga setempat, saat kejadian cuaca sedang mendung disertai kilat dan guntur. Galez dan neneknya, yang tinggal di rumah tersebut, sedang berada di dalam rumah.

"Saat petir menyambar, di dalam rumah hanya ada dua orang, yaitu Galez dan neneknya," ujar Antonika.

Antonika mengaku mendengar suara ledakan seperti bom saat petir menyambar. Setelah itu, listrik padam.

"Si anak tewas tersambar petir di dalam kamarnya," katanya.

Antonika mengatakan, sang nenek selamat. Namun, nyawa Galez tak tertolong.

"Dari keterangan sang nenek, cucunya saat itu sedang bermain HP di dalam kamar. Saat itu juga TV sedang menyala," katanya.

Akibat sambaran petir, atap rumah Galez dan neneknya rusak parah. Kondisi kamar dan seisi rumah tampak berantakan. Kaca jendela rumah pecah dan berhamburan.

"Setelah dipastikan kondisinya oleh medis, Galez dibawa ke rumah duka milik saudaranya. Sebab rumahnya tak memungkinkan karena hancur," katanya.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) ada tiga penyebab utama yang memengaruhi timbulnya serangan petir.

Pertama soal ketinggian, kedua soal bentuk runcing rumah, dan ketiga adalah soal isolasi. 

Ketiga hal ini yang membuat adanya anjuran untuk tidak berada di tanah tinggi, tempat terbuka, atau dekat pohon karena kemungkinan untuk tersambar petir makin besar.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved