Opini
Novelis Putri Rindu Kinasih : Menulis Itu Menyembuhkan
Putri menjelaskan, menulis memiliki banyak manfaat. Selain preservasi ide, mengekspresikan gagasan lewat tulisan juga bisa menyembuhkan luka batin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Dyah-Rudini-dan-Putri-Rindu-Kinasih-88899.jpg)
Bicara soal rendahnya minat baca anak Indonesia, Rudhini tidak menafikan. Namun Ibu tiga putra ini optimis, asal orang tua memiliki strategi pendampingan yang tepat, minat baca anak bisa melesat.
“Seperti aktivitas lain, membaca juga perlu dibiasakan. Penanaman ini salah satunya dimulai dari teladaan orang tua. Orang tua harus bisa jadi contoh. Jangan anak disuruh membaca tapi mereka sendiri malah adiktif gawai,” jelasnya.
Rudhini membagikan pengalamannya. Untuk menumbuhkan minat baca di keluarga, ia lazim menempatkan buku di setiap sudut rumah. Di kamar, di ruang tamu, bahkan selalu membiasakan anak-anak membawa buku setiap kali melakukan perjalanan jauh.
“Saat mereka kecil, kami membacakan dongeng sebelum tidur. Kebetulan saya dan suami suka membaca. Jadi anak-anak terbiasa melihat orang tuanya pegang buku. Kami secara rutin juga membawa anak-anak ke toko buku,” kenangnya.
Bagaimana dengan masifnya gangguan gawai? Rudhini mengatakan, agar anak-anak tidak adiktif gawai, saat SD mereka tidak dibiasakan memegang gadget.
Katanya, “Bahkan saat sekolah online, gadget hanya diberikan saat diperlukan saja. Hari Jumat sore sampai Minggu pagi adalah waktu bebas mereka menggunakan gadget. Itu pun maksimal hanya 1,5 jam per hari. Kami juga biasakan makan bersama dengan anak-anak untuk mengalihkan perhatian mereka dari gawai.”
Cara lain untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai, Rudhini melakukan apa yang disebut dengan sesi ngobrol. Topik obrolan bisa apa saja dan dari siapa saja. Yang penting dekat dengan yang dialami anak.
“Saya yakin, jika orang tua bisa membangun komunikasi yang baik dengan anak, ini akan mengurangi ketertarikan mereka untuk selalu terpaku pada gadget,” imbuhnya.
Dalam kaitan dengan pengembangan minat baca anak ini, sepakat dengan Rudhini, Putri menambahkan bahwa orang tua harus fleksibel dan menjadi pembelajar tangguh. Selain mampu menjadi teladan, orang tua juga harus siap menghadapi setiap perubahan. Intinya orang tua jangan kaku.
Katanya, “Menghadapi era disrupsi di berbagai bidang, orang tua perlu adaptif. Seperti yang ditulis mantan wartawan Kompas Maria Hartiningsih di bagian sampul belakang novel saya, bahwa dalam hidup ini tidak berlalu kata ‘seharusnya’. Hidup itu tidak ada rumus pastinya. Yang penting jalani saja dengan sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.”
Penulis dapat dihubungi di: basukicakbas65@gmail.com