Kamis, 5 Maret 2026

Human Interest Story

Kisah Perjuangan Yeni, Wanita Asal Haya-Haya Gorontalo

Yeni A Mohammad (28), gadis asal Haya-Haya Kabupaten Gorontalo sekolah lalu kerja. Yeni saat ini menjadi karyawan Nity Beauty Secret, berlokasi di Lan

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Kisah Perjuangan Yeni, Wanita Asal Haya-Haya Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/RAFIQATUL HINELO
Yeni A Mohammad 

TRIBUNGORONTALO.COM - Yeni A Mohammad (28), wanita asal Haya-Haya Kabupaten Gorontalo sekolah lalu kerja.

Yeni saat ini menjadi karyawan Nity Beauty Secret, berlokasi di Lantai 3 Citimall Gorontalo.
 
 Ia pun dibesarkan di Haya-Haya oleh kedua orang tuanya. Saat dia menginjak usia remaja, tepatnya usia tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia bertekad untuk berangkat ke kota.

“Waktu itu, ibu saya bilang, kalau saya diajak oleh tante saya untuk tinggal bersamanya di Kota Gorontalo, tante akan menyekolahkan saya,” kata Yeni.

Tanpa berpikir dua kali, sambung Yeni, dengan yakin dan penuh tekad ia langsung menyetujui ajakan itu. 

Bagaimana tidak, Yeni, gadis remaja yang sempat putus sekolah saat di bangku Sekolah Dasar (SD) tentu seketika sumringah mendengar kabar bahagia itu.

Saat duduk di bangku kelas tiga SD, Yeni tidak bisa melanjutkan ke tingkat kelas empat. Alasannya tidak lain adalah faktor ekonomi.

“Ayah saya seorang buruh, dan saat itu, kata ibu, sama sekali tidak ada uang lebih untuk lanjut membiayai sekolah, sementara siswa bisa lanjut belajar kalau bayaran sudah lunas,” ungkap Yeni.

Sejak saat itu, sekolah menjadi momok bagi orangtuanya. Kata yeni, ibunya menjadi begitu skeptis dan trauma dengan sekolah dan segala sesuatu yang berbau pendidikan.

Meski tak beroleh kesempatan belajar di dalam kelas, Yeni mengatakan ia tetap belajar mandiri. Sebab ia sangat ingin sekolah.

Tidak hanya tetap belajar, rupanya Yeni pun sempat bekerja menjadi asisten rumah tangga pada usianya saat itu yang masih sangat kecil.

“Waktu itu, dari pada tidak ada kegiatan, saya pernah ikut bantu-bantu kerja jadi ART di rumah kerabat, tempat ibu bekerja. Motivasinya sederhana, waktu itu saya ingin sekali punya baju baru saat Lebaran,” kenang Yeni.

Setelah melewati dua tahun tanpa asupan ilmu pendidikan formal, akhirnya Yeni mendengar kabar baik, di Desa Haya-Haya datang bantuan pemerintah untuk anak-anak yang putus sekolah.

“Saya bilang ke kakak saya, tolong jangan bilang Ibu dulu, kalau saya mendaftarkan diri dalam pendataan anak-anak putus sekolah, sebab kalau ibu tahu, ibu tidak akan mendukung karena terlampau jengkel dengan dunia pendidikan,” kata Yeni, sambil tertawa.

Mendapat kesempatan untuk bisa sekolah lagi, adalah anugerah besar bagi Yeni. Rasa Syukur itu ia buktikan dengan menjadi siswa berprestasi sepanjang ia menjalani sisa tingkatan kelas di SD.

Setelah lulus, Yeni memilih meninggalkan rumahnya di Haya-Haya, demi meneruskan kesempatan pendidikan di Kota Gorontalo.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved