Kebakaran SMAN 4 Gorontalo
Pengamat Tata Kota Minta Pemerintah Seriusi Masalah Kebakaran di Gorontalo
Pengamat Tata Kota Gorontalo meminta kepada pemerintah Kota Gorontalo untuk lebih serius lagi dalam menangani masalah kebakaran sekolah
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kebakaran-di-SMA-4-Gorontalo-8899.jpg)
Pihaknya baru melakukan olah TKP dikarenakan kondisi apa yang masih cukup besar pada saat itu serta menunggu pendinginan TKP yang mengalami kebakaran.
“Kita baru bisa melakukan olah TKP karena api juga baru padam sekitar jam 01.40 dini hari jadi sementara kita datang dari inafis untuk melakukan olah TKP” jelas Kasat Reskrim
pihaknya pun masih mengidentifikasi baik penyebab kebakaran serta sumber api yang menghanguskan sedikitnya 7 ruang di lantai dua.
“Kronologinya ibunya datang niat ke sekolah untuk isi absen sekolah lalu disusul dengan datangnya pak Wilson tetapi parkir kendaraan setelah dia parkir kendaraan dia melihat ada api itu berasal dari kelas 10 di lantai 2 posisinya berdekatan dengan kantin lalu pak Wilson bergegas untuk mencari apar dan memanggil warga sekitar untuk membantu memadamkan api,”beber Leonardo.
Pihaknya pun belum membeberkan terkait hasil olah TKP serta fakta-fakta dalam olah TKP “Untuk dugaan sementara kita belum bisa pastikan ini apakah karena arus pendek atau apa,” katanya
Kebakaran melanda gedung SMAN 4 Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Senin 20 November 2023 sekira pukul 23.30 Wita.
Amatan TribunGorontalo.com, di lokasi kejadian tampak api sudah membakar gedung belajar di sekolah tersebut.
Kobaran api sangat besar hingga menghanguskan hampir bagian gedung SMA tersebut.
Kondisi terkini bagian lantai dua gedung sekolah tersebut, sebagian besar hangus dilahap sijago merah
Pemadam kebakaran terus berusaha memadamkan api agar tak merembet ke gedung lain dan rumah warga sekitar.
Warga sekitar menyebut api berasal dari lantai dua gedung yang berada di Jalan Brigjen Piola Isa Kel Wonggaditi , Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo tersebut.
Penjaga sekolah, Wilson Katili (53) bahwa dirinya sempat menyaksikan saat api mulai membakar dari gedung belakang.
Ia mengaku sempat melihat api mulai membesar dari sebuah kantin sekolah. Saat itu pukul 21.30 Wita.
Alat pemadam kebakaran api ringan (Apar) yang digunakan Wilson rupanya tidak mempan hingga warga pun dipanggil untuk membantu.
Nahas, api terlanjur 'mengamuk' hingga tidak lagi bisa dikendalikan secara amatir. Damkar pun dihubungi dan tiba pukul 22.30 atau satu jam setelah kebakaran terjadi.