Rabu, 18 Maret 2026

Kota Gorontalo

Pengamat Tata Kota Gorontalo Anjurkan Pemerintah tak Asal-asal Tebang Pohon

Pengamat Tata Kota, Sri Sutarni Arifin, menganjurkan pemerintah Kota Gorontalo tak asal-asal menebang pohon.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Pengamat Tata Kota Gorontalo Anjurkan Pemerintah tak Asal-asal Tebang Pohon
TribunGOrontalo.com/AgungPanto
Ilustrasi penebangan Pohon di jalanan Kota Gorontalo 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pengamat Tata Kota, Sri Sutarni Arifin, menganjurkan pemerintah Kota Gorontalo tak asal-asal menebang pohon.

Sri menilai perbaikan insfastruktur kerap mengorbankan pohon.

"Contohnya pengerjaan di Jalan Nani Wartabone. Padahal, pohon tidak mengambil space (tempat) yang banyak buat dia hidup," ujar Sri kepada TribunGorontalo.com saat memperingati Hari Pohon Sedunia, Rabu, (22/11/2023).

Dosen Universitas Negeri Gorontalo itu mengaku geram pengerjaan Kanal Tanggidaa yang membabat habis pohon di ruas jalan.

"Kita pernah mendata pohon yang ada di kanal tanggidaa itu. Ada ratusan pohon itu yang hidup di sana tapi sekarang tidak ada yang tersisa," ungkapnya.

Padahal, kata Sri, pohon bisa hidup di tempat yang berukuran 30×30 cm.

Dosen Arsitektur Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sri Sutarni Arifin.
Dosen Perencanaan Wilayah dan Tata Kota di Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Sri Sutarni Arifin (TribunGorontalo.com)

Kanal Tanggidaa disebut berdebu karena tidak ada pohon yang menekan polusi udara di kawasan itu.

Hal serupa juga terjadi di Jl Nani Wartabone. Kurangnya pohon menyebabkan udara terasa panas menyengat ketika melintasi jalanan tersebut.

Sri meminta pemerintah bisa segera menanam pohon di dua area itu.

"Jangan hanya diperbanyak dengan tempat duduk. Tidak ada orang yang mau duduk di pinggiran jalan kalau panas matahari, dan tidak ada pohon yang meneduhkan," jelasnya.

Ia pun membandingkan penebangan pohon di Kabupaten Bone Bolango, khususnya yang berada di Jl bypass.

Menurutnya, perbaikan jalan dibarengi penanaman kembali pohon yang sudah ditebang sebelumnya.

Pohon kerap dianggap sebagai elemen kurang penting. Padahal, satu pohon bisa menyelamatkan ribuan manusia. Pohon menyerap karbondioksida dihasilkan kendaraan. kemudian menghasilkan oksigen dan udara bersih.

"Pohon itu bisa menjaga kualitas air tanah agar tetap bagus, mencegah terjadinya banjir saat debit air hujan naik," ungkapnya.

Baca juga: 3 Fakta Sosok Ridwan Subetan Warga Siendeng yang Hilang di Bukit Hulonthalangi Gorontalo

Kanal Tanggidaa diprotes warga

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved