Seleksi PPPK Kota Gorontalo
BREAKING NEWS 2.544 Peserta Seleksi PPPK Kota Gorontalo Perebutkan 601 Kuota
Ujian berlangsung di UPTD Kantor Regional XI BKN Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (20/11/2023).
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Suasana-pelaksanaan-ujian-PPPK-di-UPTD-Kantor-BKN-Regional-XI-Kabupaten-Gorontalo-888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sebanyak 2.544 peserta ujian berkompetisi untuk memperebutkan 601 kuota Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan pemerintahan Kota Gorontalo.
Ujian berlangsung di UPTD Kantor Regional XI BKN, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, Senin (20/11/2023).
Pelaksanaan ujian kebetulan dikunjungi langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Marten Taha.
Marten Taha. mengatakan, bahwa proses seleksi PPPK itu dilakukan dengan ketat dan transparan.
Peserta mengikuti serangkaian ujian tertulis yang menguji kemampuan dan pengetahuan mereka terkait bidang yang akan ditempati.
"Kunjungan ini untuk memastikan bahwa pelaksanaan Computer Asisted Test (CAT) berjalan sesuai dengan apa yang telah diharapkan," ungkap Marten.
Ia pun berharap, agar calon PPPK di lingkungan Kota Gorontalo itu bisa mengikuti ujian sesuai dengan jadwal dan berjalan dengan lancar.
Dalam kunjungannya kali ini, Marten turut meninjau peralatan yang digunakan dalam ujian tersebut.
"Jadi bukan hanya di UPTD BKN ini yang digelar ujiannya, ada juga bertempat di Hotel El Madina Wisma Haji, karena keterbatasan Sarpas," imbuhnya.
Marten menjelaskan, bahwa peserta ujian kali ini berjumlah 2544 dari formasi yang tersedia sebanyak 601.
Marten Taha berharap agar para peserta bisa lolos semua, untuk bisa mengisi sesuai formasi yang tersedia.
"Dari jumlah formasi 601 itu, sebanyak 60 persen dari tenaga guru dan kesehatan, sisanya CASN teknis yang akan mengisi jabatan teknis di Pemerintahan Kota Gorontalo," jelasnya.
Marten Taha berharap agar ujian calon PPPK itu bisa berjalan lancar dan transparan.
Kemudian, tidak ditemukan adanya kecurangan saat pelaksanaan ujian berlangsung.
"Kalau ada yang membuat curang pasti akan ketahuan, karena sistem ujiannya ini sangat ketat dan transparan," pungkasnya. (*)