Kecelakaan Pesawat TNI AU
Dua Pesawat Tempur TNI AU Jatuh di Lereng Gunung Bromo, 3 Awak Meninggal
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsekal Pertama R Agung Sasongkojati membeberkan kronologi jatuhnya dua pesawat tempur tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pesawat-tempur-TNI-AU-jatuh-di-lereng-bukit.jpg)
"Saat ini dua jenazah sudah ditemukan, yaitu almarhum Mayor Pnb Yuda A Seta dan Kolonel Pnb Subhan," kata Agung.
"Dan selanjutnya untuk pesawat yang lain, Kolonel Adm Widiono Hadiwijaya sudah ketemu," tambahnya.
"Namun, untuk Letkol Pnb Sandhra Gunawan saat ini masih belum ditemukan, jadi sedang dalam pencarian," beber Agung.
Pesawat dalam Kondisi Baik saat Terbang
Di sisi lain, Agung memastikan dua pesawat tempur yang jatuh dalam kondisi baik dan layak terbang.
"Semua pesawat sebelum terbang dalam kondisi baik dan bagus," kata Agung, dikutip dari TribunJatim.com.
Menurut Agung, pesawat EMB-314 Super Tucano buatan Embraer Brasil tersebut merupakan pesawat yang usianya tergolong muda.
"Jadi, pesawat Super Tucano ini masih bagus, umurnya masih muda sekitar 9 tahun," paparnya.
"Selain itu, perawatan atau maintenance bagus dan tidak susah, sehingga kelayakan dan kesiapan pesawat tidak ada masalah," tambahnya.(*)