Mahasiswa IAIN Meninggal
BREAKING NEWS Polisi Temuan Tanda Kekerasan di Kepala Mahasiswa IAIN yang Meninggal Saat Pengkaderan
Hal ini terungkap setelah polisi melakukan ekshumasi atau penggalian kuburan korban pada Kamis (9/11/2023) di Desa Duloniyonu, Kecamatan Boliyohuto Ka
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ekshumasi-mahasiswa-IAIN-Gorontalo-yang-meninggal-saat-ikut-pengkaderan.jpg)
Sebab, kata Apriansyah, adiknya itu tak pernah memiliki riwayat penyakit. Terutama penyakit asma.
"Adik saya itu sama sekali tak memiliki riwayat penyakit kejang-kejang, asam lambung, jantung. Apalagi asma," ujar Apriansyah kepada awak media.
Bahkan, menurut Apriyansyah, adiknya tersebut tak pernah masuk rumah sakit selama hidupnya.
Jika mengalami sakit, pihak keluarga hanya membawanya ke dokter umum. Itupun hanya sekadar sakit demam, flu, dan batuk.
"Jadi, selama adik saya hidup itu tidak pernah masuk di Puskesmas atau rumah sakit," imbuhnya tegas.
Apriansyah juga menjelaskan, saat adiknya hendak mengikuti pengkaderan tersebut, adiknya sempat bertanya kepada kakaknya.
Sebab, untuk mengikuti pengkaderan itu, pihak panitia memberikan formulir persetujuan kepada pihak keluarga peserta.
Dalam formulir persetujuan tersebut, pihak keluarga diwajibkan untuk mengisi seluruh keterangan yang tertera.
Di formulir itu juga tertera keterangan pengisian riwayat penyakit yang pernah diderita oleh peserta.
Apriyansyah pun tak mengisi keterangan riwayat penyakit tersebut. Sebab, adiknya yang sebagai calon peserta pengkaderan tak memiliki riwayat penyakit apapun.
"Makanya waktu di pengisian surat izin itu, kan ada keterangan disuruh isi riwayat penyakit apa, saya tidak isi itu, karena adik saya tidak punya riwayat penyakit," jelasnya tegas.(*)