Selasa, 10 Maret 2026

Mahasiswa IAIN Meninggal

BREAKING NEWS Polisi Temuan Tanda Kekerasan di Kepala Mahasiswa IAIN yang Meninggal Saat Pengkaderan

Hal ini terungkap setelah polisi melakukan ekshumasi atau penggalian kuburan korban pada Kamis (9/11/2023) di Desa Duloniyonu, Kecamatan Boliyohuto Ka

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS Polisi Temuan Tanda Kekerasan di Kepala Mahasiswa IAIN yang Meninggal Saat Pengkaderan
TribunGorontalo.com
Garis polisi, membatasi wilayah penggalian kubur (ekshumasi) mahasiswa IAIN Gorontalo yang meninggal saat ikut pengkaderan. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Polisi menemukan tanda-tanda kekerasan di kepala mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo, Hasan Saputra Marjono (19), yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pengaderan.

Hal ini terungkap setelah polisi melakukan ekshumasi atau penggalian kuburan korban pada Kamis (9/11/2023) di Desa Duloniyonu, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo.

Kapolres Bone Bolango, AKBP Muhammad Alli, mengatakan pihaknya menemukan adanya penggumpalan darah di bagian kepala, hati hingga lambung korban.

"Jadi untuk pemeriksaan tadi kita mulai dari kepala, ada gumpalan darah kemudian pada hati dan lambung terkait cairan," kata Alli. 

Penemuan cairan itu yang katanya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Perkembangannya akan disampaikan usai diperiksa secara detil.

"Nanti perkembangan akan kita sampaikan," tegas Alli.

Pihaknya pun telah melakukan pengambilan sampel cairan tersebut yang ada di tubuh korban saat melakukan ekshumasi guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Nanti hasilnya kita akan bawa ke Marisa untuk kita tunggu hasil perkembanganya bagaimana, nanti setelah itu kita akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap panitia IAIN kemudian kita lakukan penetapan tersangka," jelas Alli.

Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, Iptu Muhammad Ariyanto, mengatakan ditemukan adanya gumpalan di bagian kepala.

"Kalo memang pemeriksaan forensik adanya benturan di belakang yang menyebabkan pendarahan di depan, jadi daranya berkumpul di area jidat, dan itu sesuai dengan hasil pra rekon almarhum sempat terjatuh dan menghantam bagian belakang (kepala)," ujar Kasat Reskrim.

Dimana korban sempat jatuh hingga membentur bagian kepala, penyebab terbenturnya pun yang akan dilakukan pemeriksaan lebih dalam.

"Untuk dugaan awal kiranya penyebab kematian itu adalah pendarahan di kepala. Tapi penyebab dia sampai jatuh itu yaitu yang akan kita dalam apakah ada penyebab lain," tutup kasat Reskrim.

Penyebab pasti kematian korban masih akan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Namun, temuan tanda-tanda kekerasan di kepala korban semakin menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat kekerasan.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo meninggal dunia saat mengikuti pengkaderan.

Mahasiswa tersebut bernama Hasan Saputro Marjono, mahasiswa baru di Fakultas Syariah IAIN Gorontalo.

Korban dinyatakan meninggal dunia saat mengikuti pengkaderan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI), di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango pada Minggu (1/10/2023).

Dalam pengkaderan tersebut, terdapat beberapa kegiatan yang meliputi latihan ceramah, outbond, dan hiking.

Informasi yang didapatkan TribunGorontalo.com, Hasan meninggal dunia diduga karena penyakit yang dideritanya kambuh saat mengikuti pengkaderan tersebut.

Diketahui, korban memliki riwayat asma. Sebelum mengikuti pengkaderan, korban memang dalam keadaan kurang sehat.

Meskipun begitu, korban tetap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dalam pengkaderan.

Hendak melaksanakan hiking, korban pun drop karena tenaganya terlalu terforsir dalam giat tersebut.

Pihak panitia pun langsung melarikan korban ke rumah sakit Aloei Saboe.

Saat ini TribunGorontalo.com sementara mengkonfirmasi ke pihak panitia dan kampus.

Dibantah Keluarga

Mohammad Apriansyah, kakak Hasan Saputro Marjono, mahasiswa baru IAIN Sultan Amai Gorontalo yang meninggal saat pengkaderan menyebut adiknya tak pernah mengidap asma.

Korban yang meninggal saat pengkaderan itu bernama Hasan Saputro Marjono, seorang mahasiswa baru di Jurusan Hukum Keluarga Islam (HKI) Fakultas Syariah IAIN Gorontalo.

Hasan dinyatakan meninggal dunia saat mengikuti satu kegiatan dalam pengkaderan yang diselenggarakan oleh jurusannya.

Pengkaderan berlangsung di Desa Lompotoo, Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Minggu (1/10/2023).

Menurut penjelasan kakak korban Mohammad Apriansyah (26) yang mendapatkan informasi dari pihak panitia, bahwa adiknya dinyatakan meninggal dunia karena diduga penyakit asma yang dimilikinya kambuh saat mengikuti Hiking pada siang hari.

Usai mendapatkan informasi dari pihak panitia tersebut, Apriansyah pun mempertanyakan informasi alasan adiknya meninggal tersebut.

Sebab, kata Apriansyah, adiknya itu tak pernah memiliki riwayat penyakit. Terutama penyakit asma.

"Adik saya itu sama sekali tak memiliki riwayat penyakit kejang-kejang, asam lambung, jantung. Apalagi asma," ujar Apriansyah kepada awak media.

Bahkan, menurut Apriyansyah, adiknya tersebut tak pernah masuk rumah sakit selama hidupnya.

Jika mengalami sakit, pihak keluarga hanya membawanya ke dokter umum. Itupun hanya sekadar sakit demam, flu, dan batuk.

"Jadi, selama adik saya hidup itu tidak pernah masuk di Puskesmas atau rumah sakit," imbuhnya tegas.

Apriansyah juga menjelaskan, saat adiknya hendak mengikuti pengkaderan tersebut, adiknya sempat bertanya kepada kakaknya.

Sebab, untuk mengikuti pengkaderan itu, pihak panitia memberikan formulir persetujuan kepada pihak keluarga peserta.

Dalam formulir persetujuan tersebut, pihak keluarga diwajibkan untuk mengisi seluruh keterangan yang tertera. 

Di formulir itu juga tertera keterangan pengisian riwayat penyakit yang pernah diderita oleh peserta.

Apriyansyah pun tak mengisi keterangan riwayat penyakit tersebut. Sebab, adiknya yang sebagai calon peserta pengkaderan tak memiliki riwayat penyakit apapun.

"Makanya waktu di pengisian surat izin itu, kan ada keterangan disuruh isi riwayat penyakit apa, saya tidak isi itu, karena adik saya tidak punya riwayat penyakit," jelasnya tegas.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved