Sabtu, 7 Maret 2026

Mahasiswa IAIN Meninggal

BREAKING NEWS Polisi Temuan Tanda Kekerasan di Kepala Mahasiswa IAIN yang Meninggal Saat Pengkaderan

Hal ini terungkap setelah polisi melakukan ekshumasi atau penggalian kuburan korban pada Kamis (9/11/2023) di Desa Duloniyonu, Kecamatan Boliyohuto Ka

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto BREAKING NEWS Polisi Temuan Tanda Kekerasan di Kepala Mahasiswa IAIN yang Meninggal Saat Pengkaderan
TribunGorontalo.com
Garis polisi, membatasi wilayah penggalian kubur (ekshumasi) mahasiswa IAIN Gorontalo yang meninggal saat ikut pengkaderan. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Polisi menemukan tanda-tanda kekerasan di kepala mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo, Hasan Saputra Marjono (19), yang meninggal dunia saat mengikuti kegiatan pengaderan.

Hal ini terungkap setelah polisi melakukan ekshumasi atau penggalian kuburan korban pada Kamis (9/11/2023) di Desa Duloniyonu, Kecamatan Boliyohuto, Kabupaten Gorontalo.

Kapolres Bone Bolango, AKBP Muhammad Alli, mengatakan pihaknya menemukan adanya penggumpalan darah di bagian kepala, hati hingga lambung korban.

"Jadi untuk pemeriksaan tadi kita mulai dari kepala, ada gumpalan darah kemudian pada hati dan lambung terkait cairan," kata Alli. 

Penemuan cairan itu yang katanya akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Perkembangannya akan disampaikan usai diperiksa secara detil.

"Nanti perkembangan akan kita sampaikan," tegas Alli.

Pihaknya pun telah melakukan pengambilan sampel cairan tersebut yang ada di tubuh korban saat melakukan ekshumasi guna pemeriksaan lebih lanjut.

"Nanti hasilnya kita akan bawa ke Marisa untuk kita tunggu hasil perkembanganya bagaimana, nanti setelah itu kita akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap panitia IAIN kemudian kita lakukan penetapan tersangka," jelas Alli.

Kasat Reskrim Polres Bone Bolango, Iptu Muhammad Ariyanto, mengatakan ditemukan adanya gumpalan di bagian kepala.

"Kalo memang pemeriksaan forensik adanya benturan di belakang yang menyebabkan pendarahan di depan, jadi daranya berkumpul di area jidat, dan itu sesuai dengan hasil pra rekon almarhum sempat terjatuh dan menghantam bagian belakang (kepala)," ujar Kasat Reskrim.

Dimana korban sempat jatuh hingga membentur bagian kepala, penyebab terbenturnya pun yang akan dilakukan pemeriksaan lebih dalam.

"Untuk dugaan awal kiranya penyebab kematian itu adalah pendarahan di kepala. Tapi penyebab dia sampai jatuh itu yaitu yang akan kita dalam apakah ada penyebab lain," tutup kasat Reskrim.

Penyebab pasti kematian korban masih akan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Namun, temuan tanda-tanda kekerasan di kepala korban semakin menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat kekerasan.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo meninggal dunia saat mengikuti pengkaderan.

Mahasiswa tersebut bernama Hasan Saputro Marjono, mahasiswa baru di Fakultas Syariah IAIN Gorontalo.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved