Minggu, 22 Maret 2026

Kabupaten Pohuwato

Luka Parah, Penambang Pohuwato Korban Tanah Longsor Dirujuk ke RSUD Aloei Saboe Gorontalo

Ridwan Panabulu (46) penambang di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Pohuwato itu jadi korban tanah longsor.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rahman Halid | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Luka Parah, Penambang Pohuwato Korban Tanah Longsor Dirujuk ke RSUD Aloei Saboe Gorontalo
TribunGorontalo.com/Rahman
Kondisi luka Ridwan Panabulu cukup serius sehingga dirujuk ke RSUD Aloei Saboe pada Jumat (10/11/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Pohuwato – Ridwan Panabulu (46) penambang di Desa Balayo, Kecamatan Patilanggio, Pohuwato itu jadi korban tanah longsor.

Ridwan diketahui sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panua Pohuwato pasca-tragedi pada, Kamis (9/10/2023).

Karena lukanya parah, ia pun dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloe Saboe Kota Gorontalo sore tadi, Jumat (10/11/2023) sekira pukul 17.40 Wita.

Anak Ridwan, Cindriyanti Panabulu (24) mengatakan, ayahnya diusulkan untuk menjalani perawatan lanjutan di RSUD Aloe Saboe Kota Gorontalo.

"Tidak ada perubahan dari kemarin. Rumah sakit menyarankan ayah saya dirawat di Rumah Sakit Aloe Saboe. Dan kita menyetujui itu untuk kesembuhan ayah saya," ujarnya.

Sampai saat ini, kata Cindri, ayah kandungnya itu belum bisa makan secara normal.

"Belum ada perubahan, makanan saja diblender dulu baru bisa dimakan ayah saya," tuturnya.

Di tempat sama istri Ridwan, Maryam Mahmud (38), berharap Ridwan bisa lekas sembuh setelah dirawat di RSUD Aloei Saboe.

"Bisa dilihat luka di muka suami saya cukup parah. Semoga luka-luka ini bisa cepat kering dan kondisi suami saya bisa membaik," ujarnya. 

Diberitakan TribunGorontalo.com sebelumnya, Ridwan dan rekan kerjanya tertimbun tanah yang longsor. Namun hanya Ridwan yang terluka parah sehingga harus mendapat perawatan serius di Kota Gorontalo.

Sedangkan Riski, rekan Ridwan, sore tadi telah dijemput keluarganya dari Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Gorontalo.

Baca juga: BREAKING NEWS: 2 Penambang Emas Pohuwato Nyaris Tewas Tertimbun Longsor

Identitas korban tanah longsor 

Kedua korban yakni Ridwan Panabulu (46) Riski Ismail (23) Warga Desa Saripi, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Gorontalo.

Keduanya nyaris tewas saat saat sedang melakukan aktivitas dompeng, secara mengejutkan lahan yang diekstraksi emasnya, runtuh menimpa keduanya tepat pada pukul 16: 45 Wita.

Sebelum kejadian keduanya sudah diperingatkan oleh teman-temannya. Mereka diminta untuk menjauhi lokasi dompeng berukuran 10x10 m tersebut.

Sebab telah diperhatikan oleh teman-temannya, sebagian tanah yang berada di sisi kiri dan kanan terlihat tanda-tanda akan runtuh.

Akan tetapi, imbauan itu diacuhkan oleh mereka berdua, sehingga Ridwan dan Riski tertimbun oleh tanah dengan gaya tengkurap seperti katak selama 15 menit.

Melihat kejadian itu, sontak teman-temannya langsung berusaha  mengangkat mereka berdua dari gumpalan tanah yang menutupi badan dan kepala merek.

Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumi Panua Pohuwato untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

Maryam Mahmud (38) Istri dari Ridwan Panabulu menyampaikan bahwa suaminya terbilang parah. 

Ada luka yang cukup parah dibagaian muka dan leher, sehingga Ridwan masih terbaring sakit di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan susah untuk makan dan minum seperti biasanya.

"Suami saya harus menerima 36 jahitan karena luka robek di bagian muka dan leher, ditambah bengkak di bagian belakang leher serta sulit untuk bernafas," ungkapnya.

Dalam kejadian ini ungkap Maryam, dirinya bersyukur suaminya masih bisa diselamatkan walaupun menerima luka di bagian wajah, leher, dada, perut dan kaki.

"Satu hal saja pak, saya bersyukur dia masih bisa selamat walaupun harus menerima banyak jahitan," ujarnya dengan isak tangis kepada TribunGorontalo, Kamis malam (9/11/2023).

Cindriyanti Panabulu Anak Ridwan Panabulu menambahkan, dirinya berharap ayahnya segera pulih agar langsung di bawah ke rumah mereka.

"Ayah saya telah berada di tambang sudah 2 minggu dan janjinya akan segera balik, tetapi sedihnya saya dan keluarga malah mendengar kabar ayah saya tertimbun tanah di tambang, keinginan saya ketika lekas sembuh saya langsung membawa ayah saya ke Rumah bersama kami," tambahnya.

Sementara itu Yeni Ahmad Direktur Rumah Sakit Umur Daerah (RSUD) Bumi Panua Pohuwato setelah dikonfirmasi menyampaikan kalau pasien telah berada di ruang IGD dan telah mendapatkan perawatan intensif dari pihak Rumah Sakit.

"Saat ini pasien telah dikunjungi oleh pihak keluarga dan telah mendapatkan perawatan di Instalasi Gawat Darurat dari luka yang dialaminya," tandas Cindriyani.

 

(TribunGorontalo.com/Rahman)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved