Pilpres 2024
Bobby Nasution Diminta Segera Kembalikan KTA, PDIP: Tunjukan Saja Etika
Hal itu terjadi pasca keputusan mantu Presiden Jokowi itu mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming di Pilpres 2024 nanti.
TRIBUNGORONTALO.COM -- Hubungan Wali Kota Medan, Bobby Nasution dengan Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) memanas.
Hal itu terjadi pasca keputusan mantu Presiden Jokowi itu mendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming di Pilpres 2024 nanti.
Bahkan, PDIP meminta Bobby segera mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang dikantonginya.
Artinya, Bobby diminta segera menyatakan mundur dari partai berlogo banteng dengan moncong putih tersebut.
Baca juga: 30 Caleg Anggota DPRD Kota Gorontalo dari PPP
Sebelumnya diketahui, Bobby sebagai ketua Umum Relawan Barisan Pengusaha Pejuang menyatakan dukungan kepada Prabowo dan Gibran pada Rabu (8/11/2023).
Padahal, PDIP sebagai partai yang memenangkan Bobby di Pilwako Medan, mengusung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai Calon Presiden (Capre) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres).
Sebagai wali kota pun, Bobby sudah diinstruksikan oleh PDIP untu memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud tersebut.
Karena itu, dukungan Bobbyu kepada Prabowo adalah sikap yang bertentangan dengan misi partai. Ia pun diminta segera mundur.
Namun, Bendahara DPC PDIP Kota Medan, Boydo Panjaitan, menyebut Wali Kota Medan Bobby Nasution terlihat seperti menunjukkan sikap menantang.
Menurutnya, Bobby mengulur-ulur waktu pengembalian kartu tanda anggota (KTA) miliknya. Boydo menganggap, Bobby tidak menunjukkan sikap beretika perihal pengunduran dirinya.
"Untuk apa menahan-nahan pengunduran dirinya dilakukan? Apa gunanya? Kalau dia sibuk lakukan deklarasi-deklarasi, itu sama aja seperti menantang. Kalau etika politiknya bagus enak, kan dia sudah dipanggil diberikan sedikit peringatan dan imbauan oleh DPP tidak boleh dua kaki," ujar Boydo, Kamis, (9/11/2023), dikutip dari Tribun-medan.com.
Baca juga: 2 Tahun Rusak Parah, Jembatan Donggala Kota Gorontalo Tak Kunjung Diperbaiki
Menurut Boydo, menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu tidak mempunyai etika karena secara terang-terangan menyatakan dukungan kepada Prabowo dan Gibran, padahal dia masih menjadi kader PDIP.
"Jika dukung Prabowo mundur, kan kita gitu, jika ya, ya iya, jangan iya enggak, untuk apa seperti itu, jadi diri yang membuat kita tidak konsisten. Kalau dukung Prabowo, ya mundur tunjukkan saja etika, tunjukkan hal yang konsisten dan sistematis sesuai aturan yang ada," ucap Boydo.
Adapun mengenai tenggat waktu 7 hari yang diberikan PDIP, Boydo mengatakan hal tak penting lagi.
Terlebih lagi, Bobby yang menjadi Ketua Umum Relawan Barisan Pengusaha Pejuang yang menyatakan dukungan kepada Prabowo dan Gibran pada Rabu (8/11/2023).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pertemuan-antara-Prabowo-dan-Bobby.jpg)