Pemilu 2024
Profil 3 Petahana DPD RI Dapil Gorontalo yang Akan Kembali Bertarung pada Pemilu 2024
Komisioner KPU Provinsi Gorontalo, Hendrik Imran mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan seleksi dan verifikasi terhadap calon-calon yang mendaftar
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo resmi mengumumkan 12 calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam Daftar Calon Tetap (DCT).
Proses penetapan 12 Caleg DPD RI itu melalui Rapat Pleno yang digelar KPU Provinsi Gorontalo di kantornya, Jumat (3/11/2023) siang hari.
Penetapan 12 Caleg DPD RI dalam DCT tersebut tidak tergabung dalam Partai Politik (Parpol).
Komisioner KPU Provinsi Gorontalo, Hendrik Imran mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan seleksi dan verifikasi terhadap calon-calon yang mendaftar.
Kemudian, untuk memastikan bahwa para calon tersebut telah memenuhi syarat dan kriteria yang ditetapkan.
"Untuk penetapan Caleg DPD RI dalam DCT ini telah kami tetapkan tadi melalui rapat pleno yang digelar pukul 14.30 Wita," ujar Hendrik melalui telepon selular, Jumat (3/11/2023).
Dari hasil DCT untuk Caleg DPD RI non partai itu, terdapat tiga petahana yang siap memperebutkan kursi di Senayan.
Tiga petahana yang dimaksud meliputi Dewi Sartika Hemeto, Rahmijati Jahja, dan Fadel Muhammad.
Berikut Profilnya:
1. Dewi Sartika Hemeto
Wanita kerap disapa Dewi ini menjabat sebagai anggota DPD RI periode 2019-2024 mewakili Provinsi Gorontalo.
Petahana yang kembali mencalonkan diri ini mengantongi sebanyak 70.248 suara pada Pemilu 2019.
Pada periode sebelumnya (2014-2019), Dewi Sartika Hemeto juga duduk sebagai senator DPD RI setelah mengantongi suara 28.206 pada Pemilu 2014.
Dewi menempuh pendidikan S1 di Universitas Nasional Pasim Bandung dengan jurusan Akuntansi.
Ia merupakan putri dari satu tokoh Gorontalo yaitu Saleh Hemeto atau kerap disapa Om Deka.
Waktu mendaftarkan diri sebagai bakal calon DPD RI untuk Pemilu 2024, Dewi Sartika Hemeto ditemani oleh sang ayah.
Dewi menyerahkan berkas dukungan minimal bakal calon untuk Pemilu 2024 ke kantor KPU Provinsi Gorontalo, Senin (26/12/2022) lalu.
"Dengan ini orang tua saya sangat mensupport apa yang menjadi tugas saya, saya sangat bahagia sekali, karena masih ada orang tua yang masih mau diajak diskusi dan selalu menjadi pendengar saya," tegasnya kepada awak media.
Dewi optimis dapat melanjutkan kerja-kerjanya sebagai anggota DPD RI.
"Secara pribadi saya optimis, insyaallah saya akan terus berbuat untuk masyarakat Gorontalo," ungkapnya.
Dewi mendapat dukungan dari 4.407 warga untuk kembali maju sebagai calon anggota DPD RI di Pileg 2024 mendatang.
2. Rahmijati Jahja
Rahmijati merupakan seorang wanita yang pernah menjabat anggota DPD RI periode 2019 - 2024.
Kini, ia kembali maju sebagai calon anggota DPD RI dari daerah pemilihan Gorontalo di Pemilu 2024.
Rahmijati Jahja diketahui menyerahkan dukungan minimal bakal calon DPD ke Kantor KPU Provinsi Gorontalo pada Selasa (20/12/22) lalu.
Rahmijati menyerahkan dukungan sebanyak 4.180 dan dinyatakan lolos verifikasi administrasi berdasarkan Rapat Pleno yang digelar KPU Gorontalo, Minggu (15/1/2023).
Rahmi juga merupakan anggota DPD RI dua periode yakni tahun 2009 - 2014 dan 2014 – 2019.
Kemudian, di Pemilu 2019, Rahmi memperoleh sebanyak 75.446 suara dan membawanya duduk sebagai anggota DPD RI periode 2019 - 2024 mewakili Gorontalo.
Sebelum menjadi anggota DPD RI, Rahmi merupakan anggota DPRD Provinsi Gorontalo periode tahun 2004 – 2009.
Beragam penghargaan diraih oleh Rahmi, di antaranya:
1. Penghargaan Wira Kencana bakti dari BKKBN tahun 2003
2. Citra Ibu tahun 2003
3. Citra Wanita Indonesia
4. Tokoh Gender dari Concern Award tahun 2006
5. Citra Abadi Nusa dari Yayasan Citra Insani tahun 2006
6. Citra Tokoh Wanita Indonesia tahun 2008
7. Women International Award kategori Wanita Berprestasi Yang Pantas jadi Panutan
8. International Human Resources Development Program (IHRDP) tahun 2006
9. Manggala Karya Bakti Husada Arutala oleh Menteri Kesehatan tahun 2009.
3. Fadel Muhammad
Prof. Dr. Ir. H. Fadel Muhammad Al-Haddar adalah politikus Indonesia.
Ia pernah menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan pada Kabinet Indonesia Bersatu II dari 22 Oktober 2009 hingga reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, 18 Oktober 2011.
Setelah itu, mantan Menteri Kelautan itu menjabat sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019 dapil Gorontalo.
Ia juga sebagai Guru Besar bidang Public Sector Entrepreneurship Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.
Sebelumnya, ia juga menjabat sebagai Gubernur Provinsi Gorontalo sejak 10 Desember 2001 hingga 22 Oktober 2009.
Pada Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Gorontalo 2006 yang dilaksanakan pada 26 November 2006, ia memperoleh 81 persen suara.
Nilai ini merupakan tertinggi di Indonesia untuk pilkada sejenis dan tercatat di rekor MURI sebagai rekor pemilihan suara tertinggi di Indonesia untuk pemilihan Gubernur.
Fadel sebelumnya adalah seorang pengusaha dan politikus Indonesia.
Ia juga pernah menjabat sebagai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ketua DPD I Golkar di Gorontalo,Wakil Ketua Umum DPP Golkar.
Fadel meraih gelar Insinyur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978, meraih Doktor di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan menjadi Profesor di Universitas Brawijaya, Malang.
Saat sedang menempuh pendidikan di ITB, ia pernah mendapatkan tawaran beasiswa untuk belajar di Institut Teknologi California, namun tawaran tersebut ditolaknya.
Ia pernah bergabung dengan Menwa ITB. Ia adalah salah seorang pendiri Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) dan mantan pemimpin Grup Bukaka yang juga didirikannya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kolase-3-petahana-di-DPD-RI-dapil-Gorontalo-kembali-maju-pada-Pemilu-2024.jpg)