Minggu, 22 Maret 2026

Mahasiswa IAIN Gorontalo Meninggal

Keluarga Hasan Saputro Marjono Harap-harap Cemas Menanti Hasil Penyelidikan Polisi Gorontalo

Keluarga Hasan Saputro Marjono, mahasiswa Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo masih menanti kejelasan dari polisi Gorontalo.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Rajiv Agung Panto | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Keluarga Hasan Saputro Marjono Harap-harap Cemas Menanti Hasil Penyelidikan Polisi Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/HUSNUPUHI
Mohammad Apriansyah (tengah), kakak Hasan Saputro Marjono Mahasiswa Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo yang meninggal saat mengikuti pengkaderan. 

Informasi itu didapatkan sang ayah dari pihak panitia yang melaksanakan pengkaderan di Kabupaten Bone Bolango sejak Kamis (28/9/2023) hingga Minggu (1/10/2023).

"Saya disuruh pergi ke RS Aloei Saboe untuk memastikan langsung apakah betul itu jenazah dari adik kami," jelasnya saat ditemui TribunGorontalo.com di gedung SPKT Polda Gorontalo, Selasa (3/10/2023).

Apriansyah pun bergegas menuju RS Aloei Saboe. Setibanya di rumah sakit, ia mendapatkan penjelasan, bahwa adiknya itu telah meninggal dunia sebelum sampai di rumah sakit.

Keterangan dari pihak rumah sakit, bahwa jenazah adiknya itu tiba di rumah sakit sekira pukul 16.30 Wita sore hari yang diantar oleh panitia.

"Setelah saya sampai di rumah sakit, saya pun langsung memastikan. Ternyata benar, adik saya telah meninggal dunia dan terbaring di ruangan IGD," ujarnya dengan terisak.

Usai mengetahui adiknya telah meninggal dunia, ia pun langsung mengonfirmasi ke dokter dan perawat yang berada di ruangan tersebut.

Potret pemakaman Hasan Saputro Marjono, mahasiswa IAIN Gotontalo yang meninggal saat mengikuti kegiatan organisasi kemahasiswaan.
Potret pemakaman Hasan Saputro Marjono

Baca juga: Fakta Baru Mahasiswa IAIN Gorontalo Meninggal Saat Pengkaderan, Polisi: Korban Ditendang di Dada

Konfirmasinya, untuk mengetahui penyebab kematian adik tercintanya tersebut. Namun begitu, Dokter maupun Perawat tak bisa menyimpulkan penyebabnya.

"Pihak rumah sakit tidak bisa menyimpulkan apa penyebab dari kematiannya. Sebab, korban telah meninggal sebelum tiba di rumah sakit," imbuhnya.

Berdasarkan surat keterangan kematian dari rumah sakit, bahwa seorang mahasiswa Fakultas Syariah IAIN Gorontalo itu dinyatakan meninggal dunia pada pukul 16.40 Wita.

Apriansyah pun menerangkan beberapa informasi yang ia dapatkan dari teman-teman korban dan pihak panitia penyelenggara pengkaderan.

Ia mendapatkan informasi, bahwa saat adiknya mengikuti hiking, yang memang salah satu rangkaian kegiatan dari pengkaderan tersebut, adiknya sempat mengeluh ke panitia karena sudah tak mampu melanjutkan giat hiking.

"Setelah melewati pos 1 dan 2, adik saya masih dalam keadaan baik. Namun setibanya di pos 3, adik saya mengeluh ke pihak panitia bahwa sedang mengalami pusing dan sebagainya," jelasnya tegas.

Adanya keluhan dari korban tersebut, pihak panitia pun menyuruhnya untuk berstirahat, dan menanyakan apakah korban masih mampu melanjutkan kegiatan atau tidak.

Pertanyaan yang dilontarkan oleh panitia itu pun dijawab oleh korban. Dan korban mengatakan masih mampu untuk melanjutkan giat hiking tersebut.

Lanjut penjelasan Apriansyah, setiba korban di pos 6, korban pun jatuh hingga kejang-kejang. Ini sebagai tanda korban sudah tak mampu melanjutkan hiking.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved