TribunHIS
Sartin Bokingo, Pedagang Veteran di Pasar Sentral Gorontalo
Sartin adalah seorang pedagang veteran di Pasar Sentral Gorontalo. Ia sudah berjualan di pasar tersebut selama lebih dari 30 tahun.
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Wawan Akuba
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pagi itu, Jumat (27/10/2023), Sartin Bokingo (55) tampak sibuk membersihkan lapaknya di Pasar Sentral Gorontalo.
Dengan cekatan, ia mengepel lantai, menata barang dagangan, dan merapikan etalase.
Sartin adalah seorang pedagang veteran di Pasar Sentral Gorontalo. Ia sudah berjualan di pasar tersebut selama lebih dari 30 tahun.
"Saya mulai berjualan di Pasar Sentral sejak tahun 1993," ujar Sartin kepada TribunGorontalo.com.
Saat itu, Sartin masih memiliki satu orang anak. Kini, ia sudah dikaruniai tiga orang anak. Dua di antaranya sudah berkeluarga.
"Tinggal satu anak saya, yang bungsu yang belum berkeluarga. Dia menjadi penyemangat saya untuk bekerja," tutur Sartin.
Sejak suaminya berpulang, Sartin setia menjadikan profesi pedagang sebagai sumber mata pencahariannya.
Dulu, ia memilih perhiasan sebagai komoditi yang ia dagangkan.
Namun, karena persaingan yang semakin ketat, Sartin akhirnya beralih ke kacamata hias, jam tangan, dan topi.
Sebagai pedagang veteran di Pasar Sentral Gorontalo, Sartin mengaku bahwa pasar tersebut sudah mengalami banyak perubahan.
"Dulu Pasar Sentral masih sangat sederhana. Sekarang, sudah lebih modern dan nyaman," kata Sartin.
Namun, Sartin juga mengungkapkan bahwa Pasar Sentral Gorontalo kini sedang mengalami sepi pembeli.
"Sekarang Pasar Sentral sepi sekali. Kami di sini sering tidak pernah ada pembeli sampai dua hari," curhat Sartin.
Menurut Sartin, salah satu penyebabnya adalah tren belanja online yang semakin marak.
"Sekarang kan sudah serba praktis, jadi mungkin orang-orang sudah enggan untuk belanja di Pasar Sentral lagi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sartin-Bokingo-tersenyum-ke-kamera.jpg)