Prabowo Disebut Masuk Jebakan Politik Jika Pilih Gibran Sebagai Cawapres
Umam mengatakan ada banyak kelemahan yang ditemukan jika Prabowo memilih Gibran. Mulai dari serangan politik dinasti hingga tudingan penyalahgunaan ke
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-dan-Gibran-Rakabuming-Raka.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Dosen Ilmu Politik & International Studies Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai Prabowo Subianto akan terjebak dalam jebakan politik jika memilih Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya.
Umam mengatakan ada banyak kelemahan yang ditemukan jika Prabowo memilih Gibran. Mulai dari serangan politik dinasti hingga tudingan penyalahgunaan kekuasaan.
Kemudian ada pula celah kontroversi mekanisme legal-formal serta munculnya kebencian PDIP terhadap keluarga Jokowi.
Baca juga: Jika Jadi Cawapres, Ahok Pesimis Gibran Bisa Urus Negara: Anda Jadi Wali Kota Baru 2 Tahun
"Jika Prabowo memaksakan diri memilih Gibran, dia akan menjadi sasaran tembak yang terbantai di tangan para kompetitor, rival politik, dan juga kekuatan civil society yang tegas menolak praktik nepotisme dan politik dinasti," kata Umam dalam keterangannya, Sabtu (21/10/2023).
Selain itu, Umam juga mengatakan Prabowo akan kehilangan basis dan kekuatan pemenangan di Jawa Timur jika memilih Gibran.
"Prabowo memiliki basis kuat di Jawa Barat dan Banten, dan untuk tampil lebih kompetitif, dia sebaiknya memilih Cawapres yang memiliki basis kekuatan teritorial di Jawa Timur," kata Umam.
Dalam konteks ini kata dia, alternatif nama yang perlu dipertimbangkan adalah Erick Tohir dan Khofifah Indar Parawansa.
Baca juga: Golkar dan PAN Ancam Keluar Koalisi dan Tinggalkan Prabowo, Gibran Jadi Pemicu?
Namun, Umam memahami Erick dianggap sebagai kader naturalisasi NU dan karena itulah proses realisasi dukungan Nahdliyyin-nya juga agak dipertanyakan.
"Karena itu, alternatif pilihan Cawapres bagi Prabowo untuk mendapatkan kekuatan optimalnya salah satunya di Khofifah," katanya.
Baca juga: PDIP Gorontalo Siap Menangkan Pasangan Ganjar Mahfud, Segini Target Suaranya
Apalagi jika nama Khofifah didukung penuh oleh Partai Demokrat dan Partai Golkar yang kian mencoba realistis untuk tidak mengajukan Airlangga.
"Jika itu dilakukan, Prabowo bisa lepas dari jebakan permainan politik dan tampil lebih kompetitif saat bertarung melawan Ganjar-Mahfud dan Anies-Muhaimin," pungkasnya.(*)