UNG Buat Sistem Peringatan Dini Bencana dan Rencana Evakuasi di Desa Totopo Gorontalo
Kegiatan PkM ini diketuai oleh dosen fisika FMIPA UNG, Icha Untari Meidji dengan 2 anggota lainnya dari dosen fisika instrumentasi Haerul Ahmadi
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pengembangan-Early-Warning-System-di-Desa-Totopo-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kelompok pengabdian kepada masyarakat (PkM) dari Universitas Negeri Gorontalo (UNG) telah berhasil menyelesaikan kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat yang di danai oleh DRTPM Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi melalui skema Pemberdayaan Bebasis Masyarakat tahun 2023.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Totopo, Kecamatan Bilato, Provinsi Gorontalo yang kerap terjadi bencana terutama bencana banjir dan tanah longsor.
Kegiatan ini merupakan usaha untuk membentuk Desa Totopo menjadi desa yang tangguh terhadap bencana alam yang nantinya mampu mencegah resiko dan dampak bencana terutama bencana banjir, tanah longsor dan gempa bumi.
Pada kegiatan ini, berbagai kegiatan dilakukan mulai dari perakitan alat deteksi banjir dan alat deteksi tanah longsor, pembuatan peta jalur evakuasi, rambu jalur evakuasi dan titik kumpul.
Juga ada sosialisasi dan simulasi kebencanaan yang disertai dengan pembagian kantong simulasi yang berisi beberapa perlengkapan keperluan darurat jika terjadi bencana.
Pemasangan alat deteksi banjir ditempatkan pada aliran Sungai Paguyaman yang melintasi Desa Totopo, sedangkan alat deteksi tanah longsor ditempatkan di salah satu bukit yang dianggap paling berpotensi terjadi tanah longsor tepat di belakang rumah warga.
Rambu jalur evakuasi diletakkan di sepanjang jalan desa yang mudah terlihat agar warga desa bisa mengikuti jalur tersebut hingga mencapai rambu titik kumpul terdekat yang dipasang pada daerah yang cenderung aman jika bencana sewaktu-waktu terjadi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sosialisasi pengenalan kebencanaan, mitigasi bencana dan pengenalan alat deteksi serta rambu yang telah terpasang pada Desa Totopo sehingga warga desa juga bisa secara mandiri melakukan pemanfaatan, penjagaan sekaligus perawatan alat yang telah dihibahkan tersebut.
Kegiatan sosialisasi menghadirkan berbagai dosen dari berbagai keahlian seperti instrumentasi, geofisika, geologi dan pertambangan.
Kegiatan PkM ini diketuai oleh dosen fisika FMIPA UNG, Icha Untari Meidji dengan 2 anggota lainnya dari dosen fisika instrumentasi Haerul Ahmadi dan dosen geologi UNG Ninasafitri serta dua orang mahasiswa jurusan Fisika Fmipa yaitu Kisman Akuba dan Devi Triana Paputungan beserta melibatkan mahasiswa dari himpunan fisika fmipa UNG.
Warga Desa Totopo sangat menyambut dan mendukung baik program ini, para warga turut serta dalam pemasangan alat-alat dan berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan di desa mereka.
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Desa Totopo dalam menghadapi bencana alam.(*)