Info Gempa Terkini
Gempa Bumi Baru Saja Terjadi Rabu Pagi 27 September 2023, Cek Magnitudo dan Lokasi
Potensi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup signifikan karena wilayah ini terletak di Cincin Api Pasifik, yang dikenal sebagai salah satu daerah
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-09-27_Gempa-bumi-NTT.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebuah gempa bumi mengguncang wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur Rabu pagi 27 September 2023.
Informasi yang dikumpulkan TribunGorontalo.com, gempa bumi di NTT tersebut memiliki magnitudo sebesar 3.3.
Gempa bumi NTT ini sesuai catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terjadi tepatnya pada pukul 05:55:01 Wita.
Gempa ini terjadi pada koordinat 7.92 lintang selatan dan 119.72 bujur timur.
Jaraknya sekitar 66 kilometer di barat laut Labuan Bajo-NTT, dengan kedalaman mencapai 14 kilometer.
Potensi gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup signifikan karena wilayah ini terletak di Cincin Api Pasifik, yang dikenal sebagai salah satu daerah paling aktif seismik di dunia.
Beberapa faktor yang menyebabkan potensi gempa di NTT termasuk:
Letak Geografis: NTT terletak di perbatasan antara lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia. Pertemuan dua lempeng ini menciptakan zona subduksi, di mana lempeng Indo-Australia tenggelam di bawah lempeng Eurasia. Pergeseran lempeng ini dapat menyebabkan gempa bumi.
Zona Subduksi: Zona subduksi di NTT adalah salah satu faktor utama dalam penciptaan gempa besar. Pergeseran lempeng di bawah laut dapat menghasilkan gempa bumi dengan magnitudo yang signifikan.
Sistem Pegunungan dan Vulkanik: NTT juga memiliki sejumlah gunung berapi aktif, seperti Gunung Rinjani di Lombok dan Gunung Tambora di Sumbawa. Aktivitas vulkanik ini dapat berpotensi menyebabkan gempa bumi, terutama jika terjadi letusan gunung berapi.
Gempa Susulan: Setelah terjadinya gempa utama, serangkaian gempa susulan juga dapat terjadi di wilayah ini. Gempa susulan ini bisa berpotensi merusak dan memperparah situasi.
Aktivitas Seismik Rutin: NTT mengalami gempa-gempa kecil dan sedang secara rutin. Aktivitas seismik ini mencerminkan potensi gempa yang terus-menerus di wilayah tersebut.
Karena itu, warga NTT dan pihak berwenang perlu selalu waspada terhadap potensi gempa bumi dan siap menghadapi situasi darurat jika diperlukan.
Pemantauan dan pendidikan mengenai tindakan yang benar dalam situasi gempa juga sangat penting untuk mengurangi risiko cedera dan kerusakan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Indonesia secara rutin memantau aktivitas seismik di wilayah ini dan memberikan peringatan dini jika diperlukan.(*)