Perang Rusia Ukraina
Update Perang Rusia-Ukraina Hari Ke-580: Kyiv Klaim Tewaskan 34 Perwira saat Serang Markas Militer
Update perang Rusia vs Ukraina hari ke-580, Selasa (26/9/2023): Ukraina mengklaim telah menewaskan 34 perwira militer Rusia dalam serangan di Krimea.
Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/serangan-di-sevastopol-krimea.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Ukraina yakin bahwa serangannya yang menghantam markas angkatan laut di Krimea telah menewaskan seorang perwira militer Rusia.
Dilansir TribunGorontalo.com dari The Guardian pada Selasa (26/9/2023) atau hari ke-580 perang, Ukraina mengklaim pihaknya membunuh Laksamana Viktor Sokolov, seorang Komandan Armada Laut Hitam Rusia.
Selain Sokolov, sebanyak 33 perwira Rusia lainnya juga dikabarkan tewas akibat serangan Ukraina tersebut.
Serangan tersebut merupakan salah satu serangan paling berani yang dilakukan Ukraina di semenanjung Krimea yang diduduki Rusia.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-579: Diserang Drone, Perayaan Hari Jadi Kota Kursk Batal
Militer Ukraina mengatakan bahwa serangan hari Jumat (22/9/2023) yang menargetkan markas armada Laut Hitam Rusia di Sevastopol, Krimea itu bertepatan dengan pertemuan para pejabat angkatan laut.
“Setelah serangan terhadap markas armada Laut Hitam Rusia, 34 perwira tewas, termasuk komandan armada Laut Hitam Rusia, 105 tentara lainnya terluka. Gedung markas tidak dapat dipulihkan,” kata pasukan khusus tersebut melalui Telegram.
Terkait hal ini, Kementerian Pertahanan Rusia belum mengomentari klaim Ukraina.
Sebelumnya Rusia telah mengkonfirmasi serangan Ukraina tetapi mengatakan bahwa satu prajuritnya hilang akibat serangan itu.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-577: China Kembali Serukan Gencatan Senjata agar Damai
The Guardian tidak dapat mengkonfirmasi secara independen klaim Ukraina mengenai Sokolov atau jumlah korban dan tidak jelas bagaimana militer Ukraina menghitung jumlah orang yang tewas dan terluka dalam serangan tersebut.
Beberapa kerabat dekat Sokolov juga menolak menanggapi permintaan komentar.
Akhir pekan lalu, Kepala Intelijen Ukraina Kyrylo Budanov mengatakan kepada Voice of America bahwa sedikitnya sembilan orang tewas dan 16 lainnya luka-luka dalam serangan hari Jumat.
Budanov tidak menyebut nama Sokolov, tetapi mengklaim bahwa Alexander Romanchuk, seorang jenderal Rusia yang memimpin pasukan di sepanjang garis depan utama tenggara, berada “dalam kondisi yang sangat serius” setelah serangan tersebut.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-577: China Kembali Serukan Gencatan Senjata agar Damai
Baik Moskow maupun Kyiv telah membuat kerugian besar sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina dimulai pada 24 Februari 2022 lalu tetapi sering kali tetap diam mengenai korban mereka sendiri.
Adapun, mengingat senioritas Sokolov, kecil kemungkinan Rusia dapat menyembunyikan kematiannya dalam waktu lama.
Sebagai informasi, Sokolov ditunjuk sebagai komandan baru armada Laut Hitam yang bermarkas di Krimea pada Agustus 2022.
Baca juga: Update Perang Rusia Vs Ukraina Hari Ke-576: Gelombang Serangan Rudal Serentak Serbu 8 Wilayah
Hal itu dilaporkan bertujuan untuk menopang pertahanan Krimea setelah wilayah tersebut pertama kali dilanda serangkaian ledakan Ukraina musim panas lalu.
Sokolov sebelumnya memegang serangkaian jabatan di Armada Pasifik dan Utara, dan menjabat sebagai wakil komandan Armada Utara.
Beberapa blogger Rusia yang pro-perang pada Senin (25/9/2023) mendesak Kementerian Pertahanan Rusia untuk mengomentari klaim Ukraina soal hal tersebut.
Baca juga: Mengenal Apa Itu Storm Shadow, Rudal Jarak Jauh yang Disumbangkan Inggris untuk Ukraina
“Kami ingin menerima informasi lebih cepat. Kami semua menunggu jawaban yang sederhana dan jelas tentang komandan armada Laut Hitam Rusia,” tulis Sergei Markov, seorang blogger populer dan mantan penasihat Kremlin.
Dalam beberapa pekan terakhir, Ukraina secara tajam meningkatkan laju serangan terhadap Krimea seiring upaya mereka melancarkan serangan strategis dan simbolis terhadap pasukan Rusia yang secara ilegal mencaplok semenanjung tersebut pada tahun 2014.
Selama akhir pekan, media Ukraina menerbitkan cuplikan serangan hari Jumat, yang menunjukkan rudal Storm Shadow yang dipasok Inggris menghantam atap markas angkatan laut di Sevastopol.
(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)