Kamis, 12 Maret 2026

Human Interest Story

Uun Remaja Berprestasi Gagal Kuliah, Pernah Ikut Lomba di Galeri Nasional dan Istana Negara

Uun tinggal di Jalan Palu, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, bersama kedua orang tuanya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Uun Remaja Berprestasi Gagal Kuliah, Pernah Ikut Lomba di Galeri Nasional dan Istana Negara
TribunGorontalo.com
UU remaja 24 tahun yang gagal kuliah gara-gara tak punya dana. Kini jualan nasi kucing. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Bekerja sebagai penjaga lapak Nasi bungkus, Uun (24) alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 4 Kota Gorontalo, rupanya berprestasi di bidang seni lukis.

Uun tinggal di Jalan Palu, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, bersama kedua orang tuanya.

Lapak tempat ia bekerja adalah lapak jualan pamannya, Ismet. Di lapak itu dijual berbagai jenis nasi bungkus.

Ada nasi bungkus dengan lauk ikan suwir, ikan potong, daging sapi, serta nasi kuning. Semua menu ini dimasak langsung oleh Ibu Uun, Rusni Miolo.

Di lapak itu juga pedagang lain menitipkan makanan untuk dijual. Menu-menu yang dititipkan ada bubur ayam, berbagai jenis gorengan, juga bubur kacang hijau atau sorba.

Pertama kali, lapak ini berlokasi di Simpang Tiga Jalan Palu, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Namun, saat di area itu sudah dibangun Taman Kuliner Kalimadu, mereka pun memilih pindah.

Merdeka pindah tidak jauh dari lokasi awal. Saat ini, lapak Nasi Bungkus ini masih tetap berlokasi di Jalan Madura, tepatnya di depan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 74 Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Uun mengaku senang bekerja di lapak Nasi bungkus ini. Pendapatan yang diperolehnya kurang lebih sebesar Rp 600 ribu rupiah.

Uun mengatakan bahwa gaji yang ia terima segera ia simpan untuk diberikan kepada orangtuanya. Ia hanya mengambil secukupnya untuk membeli kebutuhan pokoknya.

“Kalau sudah gajian, uangnya langsung saya simpan untuk saya berikan ke orang tua saya. Saya hanya mengambil sebagian untuk kebutuhan pokok saya sendiri, seperti uang makan dan pulsa handphone,” tuturnya.

Setelah lulus Uun mengaku pernah mendaftar di Universitas Nahdatul Ulama Gorontalo, Jurusan Teknik.

Ia mendaftar di Kampus itu dengan mengikuti program beasiswa Bantuan Biaya Pendidikan bagi Mahasiswa Miskin Berprestasi (BIDIKMISI).

Namun, Uun lanjut menjelaskan bahwa dana beasiswa dari program itu baru akan dicairkan saat sudah mulai masuk masa perkuliahan.

Calon penerima beasiswa diminta untuk terlebih dahulu menanggung biaya  awal pendaftaran secara mandiri.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved