Kantor Bupati Pohuwato Dibakar
Bentrok dengan Demonstan Penambang Pohuwato, Anggota Polisi Gorontalo Kritis
Korban aksi ricuh demonstrasi penambang Pohuwato mulai berjatuhan. Dari demo ini terdapat beberapa anggota kepolisian yang menjadi korban dari sasaran
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Korban aksi ricuh demonstrasi penambang Pohuwato, Provinsi Gorontalo mulai berjatuhan.
Satu anggota kepolisian di Pohuwato kritis. Ia termasuk korban dari kebrutalan para pedemo.
Dalam video viral di media sosial facebook itu, polisi bernama Wahyu Wahid telah dilarikan ke RSUD Bumi Panua.
"Siap komdan, ini sementara di rujuk anggota Sabhara yang terkena tendangan," ucap perekam di dalam video berdurasi 12 detik seperti dikutip oleh TribunGorontalo.com, Kamis (21/9/2023).
Wahyu tampak lemah dan napasnya terengah-engah. Polisi muda itu tengah berada di mobil ambulance.
Banyak warganet mendoakan sang polisi di laman komentar facebook.
"Semoga aparat polisi yang menjadi korban senantiasa diberikan keselamatan oleh Allah SWT," komentar akun New Pasisa.
Selain itu adapula yang mengatakan kondisi dari korban polisi tersebut.
"Komdan ini hanya hilang kesadaran tapi sekarang sudah sadar," tulis Flya Poluan di video tersebut.
Tindakan Polda Gorontalo
Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Agnesta Romano Yoyol menegaskan, kepolisian akan meringkus semua demonstran yang membakar Kantor Bupati Pohuwato, Kamis (21/9/2023).
Menurut Yoyol, aksi-aksi yang dilakukan oleh para pendemi tersebut tidak dapat dibenarkan.
Sebab, aksi yang sudah berlangsung sejak pagi tadi itu, sudah menimbulkan kerusakan di sejumlah titik.
"Karena sudah anarkis, pelaku akan kita tangkap semuanya," tegas Kapolda Gorontalo di lokasi demo.
Menurut Romano Yoyol, aksi pengerusakan yang dilakukan oleh para demonstran sama sekali tidak bisa dibenarkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-polisi-Gorontalo-saat-dirujuk-ke-rumah-sakit.jpg)