Kota Gorontalo
Pelaku Penganiayaan di Taman Kota Gorontalo Ajak Duel si Korban
Kepolisian Gorontalo mengungkapkan motif dari seorang anak SMP di Gorontalo yang dianiaya oleh bocah 16 tahun dan telah putus sekolah.
Penulis: Husnul Puhi | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kapolresta-Gorontalo-Kota-Kombes-Pol-Ade-Permana-mengungkap-kasus-penganiayaan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Kepolisian Gorontalo mengungkapkan motif dari seorang anak SMP di Gorontalo yang dianiaya oleh bocah 16 tahun dan telah putus sekolah.
Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana mengatakan, bahwa motif dari penganiayaan berawal dari pelaku mengajak korban duel satu lawan satu.
"Jadi, si pelaku ini awalnya menantang korban untuk melakukan duel satu lawan satu," ungkap Ade.
Kata Ade, kedua belah pihak sudah janjian bertemu di Taman Kota Gorontalo, tempat di mana perkelahian terjadi.
Ternyata pelaku mengajak teman-temannya untuk memvideokan perkelahian itu.
Baca juga: BREAKING NEWS: Viral Anak Sekolah Dianiaya dengan Brutal di Taman Kota Gorontalo
Video itu tersebar ke rekan lainnya dan sempat viral di media sosial.
Atas insiden ini, pihak keluarga korban telah membuat laporan ke pihak kepolisian dan polisi sementara mendalami kasus ini.
"Sudah ada laporan yang masuk di hari kemarin dan korban pun sudah kita periksa," jelas Ade.
Adapun kondisi korban saat ini, kata Ade, sudah membaik dan beberapa bengkak pada tubuh korban sudah mulai mengempis.
Meskipun kondisi korban saat ini sudah membaik, pihak kepolisian pun tetap melaksanakan pengakan hukum atas insiden ini.
"Penjelasan motif ini baru dari pihak korban, untuk penjelasan dari pelaku belum kami dapatkan. Karena pelaku saat ini sedang berobat di luar kota," pungkasnya.
Identitas pelaku dan korban
Identitas siswa yang jadi korban penganiayan di Taman Kota Gorontalo pada Jumat (15/9/2023) terungkap.
Ia merupakan siswa SMP 7 Kota Gorontalo berinisial RU. Usianya tahun ini baru menginjak 13 tahun.
Bersama keluarganya, RU tinggal di Jl. Palma, Kelurahan Huangobotu, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.
RU seperti video yang baru-baru ini viral, mengalami penganiayaan hebat. Ia dipukul, ditendang, hingga diinjak-injak kepalanya oleh pelaku.
Baca juga: Terungkap! Penganiayaan Siswa SMP 7 Kota Gorontalo Berawal dari Tantangan Duel Satu Lawan Satu
Setelah dilaporkan ke polisi, pelaku langsung diringkus beberapa jam.
Terungkap, pelaku adalah remaja berinisial SS. Ia masih berusia 16 tahun. Mestinya, di usia ini ia duduk di bangku sekolah menengah (SMA).
Tetapi, menurut polisi, SS ini sudah lama putus sekolah. Ia merupakan warga Kelurahan Limba U I, Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Menurut Zulkifli, kaka ipar RU, bahwa meski kejadian itu berlangsung sejak Jumat 15 September, namun keluarga baru tahu dari laporan kawan-kawan korban.
Baca juga: Terungkap! Penganiayaan Siswa SMP 7 Kota Gorontalo Berawal dari Tantangan Duel Satu Lawan Satu
RU kata Zulkifli, tidak melaporkan kejadian nahas itu kepada pihak keluarga. Hanya saja, ia mengaluhkan sakit kepala saat rambutnya digunting.
"Mungkin karena dia kan diinjak-injak kepalanya sesuai di video itu," kata Zulkifli saat ditemui TribunGorontalo.com di kediamannya.
Penganiayaan baru ketahuan pada Rabu (19/9/2023) dan RU langsung dibawa ke Polresta Gorontalo Kota sebagai saksi.
Tidak berlangsung lama, polisi berhasil meringkus SS yang masih remaja dengan usia 16 tahun tersebut.
Kapolresta Gorontalo Kota Kombespol Ade Permana mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari masyarakat terkait video penganiayaan tersebut.
(Disclaimer: Judul sebelumnya mengenai korban ajak pelaku berduel terjadi kesalahan data oleh narasumber)
(TribunGorontalo.com/Husnul)