Senin, 16 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Romin, Penjual Tela-Tela di Taman Kuliner Kalimadu Gorontalo

Romin (38) penjual Tela-Tela Bang Omi di Taman Kuliner Kalimantan Madura (Kalimadu) di Jalan Madura, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gor

Tayang:
Penulis: Rafiqatul Hinelo | Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Cerita Romin, Penjual Tela-Tela di Taman Kuliner Kalimadu Gorontalo
TRIBUNGORONTALO/RAFIQATUL HINELO
Romin (38) penjual Tela-Tela Bang Omi di Taman Kuliner Kalimantan Madura (Kalimadu) di Jalan Madura, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. 

TRIBUBGORONTALO.COM, Gorontalo - Cerita Romin (38) penjual Tela-Tela Bang Omi di Taman Kuliner Kalimantan Madura (Kalimadu)

Diketahui, Taman kuliner Kalimadu berada di Jalan Madura, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Lokasi menjadi lokasi objek wisata kuliner murah di Gorontalo.

Romin menceritakan dirinya sudah berjualan di Taman Kalimadu sejak empat bulan lalu.

Setiap sore, Romin berangkat dari rumahnya untuk mulai membuka lapaknya itu.

"Kalau di Taman Kalimadu ini, pengunjung biasanya datang sore hari, jadi saya mulai buka saat sore," ucapnya.

Romin (38) penjual Tela-Tela Bang Omi di Taman Kuliner Kalimantan Madura (Kalimadu) 88889
Romin (38) penjual Tela-Tela Bang Omi di Taman Kuliner Kalimantan Madura (Kalimadu) di Jalan Madura, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Warga Jalan Taman Anggrek, Kelurahan Wongkaditi, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo memiliki satu orang anak, berusia empat tahun.

Ia mengaku, putrinya inilah yang menjadi motivasinya untuk berdagang tela-tela.

Saat ini Romin mengaku sudah tidak tinggal dengan Istrinya. Ia merasa sudah tidak lagi bisa melanjutkan hidup dengan Istrinya.

Fokus hidupnya saat ini adalah bagaimana Ia bisa memiliki penghasilan untuk persiapan biaya sekolah anaknya.

"Saya sudah tidak lagi tinggal bersama Istri saya. Yang saya pikirkan adalah anak saya. Saya ingin merawat dia, menyekolahkan dia dengan baik," ungkap Romi.

Berjualan tela-tela bukanlah opsi pertama bagi Romi untuk mencari penghidupan.

Ia mengatakan bahwa Ia pernah mencoba pilihan kerja lainnya.

Romi menceritakan bahwa Ia pernah menjadi pekerja di sebuah bisnis kecil yang mengolah kayu mentah menjadi barang jadi.

"Lalu saya juga pernah jadi Sopir truk pengangkut bahan/material bangunan, seperti pasir," sambungnya.

Namun Ia mengatakan Ia beralih membuka usaha kecil, lapak tela-tela, karena terinspirasi dari kakaknya.

"Saya bersaudara lima. Saya yang ketiga. Dua kakak saya juga berdagang tela-tela. Saya terinspirasi dari mereka, khususnya kakak yang pertama. Setelah lima tahun saya mencoba menjual tela-tela, Alhamdulillah penghasilannya mencukupi," pungkas Romi. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved