Burung Migran ke Gorontalo
BREAKING NEWS: Danau Limboto Sepi Burung Migran, Diduga Karena Perubahan Bentang Alam dan Perburuan
Menurut pengamatan pegiat lingkungan Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA), hanya beberapa jenis dan individu burung migran yang ditemukan di da
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2023-09-16_Seekor-burung.jpg)
Danau Limboto merupakan danau terbesar di Gorontalo. Dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi Gorontalo disebutkan bahwah luasnya sekitar 3.334,11 hektar.
Kedalaman Danau Limboto mengalami penyusutan dari tahun ke tahun. Pada 1932, kedalaman Danau Limboto 30 meter.
Pada 1961, kedalamannya menyusut 10 meter. Pada 2012-2014, kedalaman tinggal 2,5 meter.
Dengan kedalaman tersebut, danau yang semula sebagai kawasan penampung air menjadi daerah yang berpotensi terjadinya banjir.
Wisata Danau Limboto Danau Limboto memiliki potensi sebagai wisata alam. Salah satu keunikannya adalah danau ini terhubung dengan laut.
Kawasan ini merupakan habitat ikan dan burung migran. Pada Agustus hingga Oktober, burung migran akan singggah ke Danau Limboto sebelum mereka meneruskan perjalanan.
Burung-burung tersebut menjadikan danau sebagai tempat mencari makan dan tempat istirahat. Berbagai ikan hidup di kawasan ini, seperti nila, tawes, gabus, dan mujair.(*)