Orang yang Suka Begadang Lebih Berisiko Kena Diabetes Tipe 2, Ini Hasil Penelitiannya

Para peneliti menemukan bahwa orang yang suka begadang lebih mungkin memiliki kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat.

Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
istimewa
Ilustrasi begadang. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine menemukan bahwa orang yang lebih suka tidur larut malam (Nokturnal) berisiko terkena diabetes tipe 2.

Penelitian ini dilakukan terhadap lebih dari 60.000 perawat wanita yang berpartisipasi dalam Nurses' Health Study II. 

Para peneliti menemukan bahwa orang yang suka begadang lebih mungkin memiliki kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat.

Kebiasaan itu seperti makan makanan yang tidak sehat, kurang berolahraga, memiliki indeks massa tubuh yang lebih tinggi, tidur lebih sedikit, dan merokok.

Setelah memperhitungkan faktor-faktor ini, para peneliti menemukan bahwa Nokturnal memiliki peningkatan risiko 19 persen terkena diabetes tipe 2.

"Peningkatan risiko 19 persen , setelah disesuaikan dengan faktor lain, adalah faktor risiko yang kuat," kata penulis senior studi tersebut, Tianyi Huang, asisten profesor kedokteran di Harvard Medical School dan ahli epidemiologi di Rumah Sakit Brigham and Women's di Boston.

Para peneliti percaya bahwa ada beberapa hal yang dapat menyebabkan peningkatan risiko diabetes pada Nokturnal

Salah satunya adalah kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat. Nokturnal lebih mungkin makan makanan yang tidak sehat, kurang berolahraga, dan memiliki berat badan berlebih. 

Faktor-faktor ini semuanya dapat meningkatkan risiko diabetes.

Faktor lain yang mungkin berperan adalah gangguan pada ritme sirkadian.

Ritme sirkadian adalah jam internal tubuh yang mengatur pola tidur dan bangun.

Nokturnal cenderung memiliki ritme sirkadian yang bergeser, sehingga mereka lebih mungkin terpapar hormon stres pada malam hari. 

Hormon stres dapat meningkatkan risiko diabetes.

Penelitian ini menambah bukti bahwa menjadi Nokturnal dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

 Orang yang memiliki kebiasaan gaya hidup yang tidak sehat atau memiliki ritme sirkadian yang bergeser harus lebih waspada terhadap risiko diabetes. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved