Duet Anies Cak Imin
Duet Anies-Cak Imin, Keputusan Sepihak Surya Paloh yang Bikin Demokrat Kecewa
Partai Demokrat, yang sebelumnya menjadi salah satu kandidat potensial untuk mendampingi Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/192023_ANIES-SURYA-CAKjpg.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pemilihan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, sebagai calon wakil presiden (Cawapres) oleh Bakal Calon Presiden (Bacapres) Anies Baswedan menjadi sorotan tajam dalam politik Indonesia.
Keputusan ini telah menimbulkan kekecewaan dari Partai Demokrat dan berbagai pihak.
Partai Demokrat, yang sebelumnya menjadi salah satu kandidat potensial untuk mendampingi Anies Baswedan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, menyatakan bahwa penetapan Cak Imin sebagai Cawapres Anies adalah keputusan sepihak dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh.
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Teuku Riefky Harsya, dengan tegas mengungkapkan rasa kekecewaannya terhadap keputusan ini.
Dalam surat yang dikirim oleh Anies Baswedan kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Anies meminta AHY untuk menjadi pasangannya dalam Pilpres 2024.
Namun, ketika kabar duet Anies-Cak Imin muncul, Partai Demokrat merasa diabaikan.
Surat tersebut, yang ditulis tangan oleh Anies Baswedan pada tanggal 25 Agustus 2023, menjadi bukti komunikasi antara Anies dan AHY.
Teuku Riefky Harsya, Sekjen Partai Demokrat, memberikan kronologi bagaimana partainya mengetahui bahwa Cak Imin akan menjadi Cawapres Anies.
Ia menyatakan bahwa informasi tersebut pertama kali diterima pada tanggal 30 Agustus 2023 dari Sudirman Said, yang mewakili Anies Baswedan. Riefky juga menegaskan bahwa keputusan ini diambil secara sepihak oleh Ketum NasDem, Surya Paloh.
Ketika konfirmasi diberikan langsung oleh Anies Baswedan pada tanggal 31 Agustus 2023, Partai Demokrat merasa "dipaksa" untuk menerima keputusan tersebut, yang mereka anggap sebagai "fait accompli."
Surya Paloh, Ketum NasDem, mengungkapkan bahwa keputusan resmi terkait pasangan Anies-Cak Imin sebagai Capres-Cawapres 2024 masih menunggu perkembangan politik beberapa hari ke depan.
Ia menegaskan bahwa rencana ini baru sebatas ide dan belum terkonfirmasikan secara pasti.
“Ada saya dengar seperti itu, tapi belum terkonfirmasikan secara pasti bagi saya. Jadi barangkali, baru mungkin sebuah ide, gagasan dari kawan-kawan,” tutur dia.(*)