Selasa, 10 Maret 2026

Demokrat Copot Baliho Anies Baswedan usai Keputusan Sepihak Surya Paloh Menggandeng Cak Imin

Aksi pencopotan baliho ini dilatarbelakangi oleh rasa kekecewaan yang mendalam yang dirasakan oleh Demokrat terhadap Partai NasDem.

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Demokrat Copot Baliho Anies Baswedan usai Keputusan Sepihak Surya Paloh Menggandeng Cak Imin
TribunGorontalo.com
Baliho bergambar Anies Baswedan dan AHY di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (31/8/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Pencopotan baliho berisi gambar Anies Baswedan, yang dicalonkan sebagai bakal calon presiden (bacapres) bersama Ketua Umum Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), telah dilakukan oleh para kader Demokrat di berbagai tempat, termasuk Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (31/8/2023).

Aksi pencopotan baliho ini dilatarbelakangi oleh rasa kekecewaan yang mendalam yang dirasakan oleh Demokrat terhadap Partai NasDem.

Demokrat merasa kecewa dengan keputusan sepihak NasDem yang memilih Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, sebagai calon wakil presiden (cawapres) untuk mendampingi Anies Baswedan dalam Pilpres 2024.

Ronny Hermawan, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kota Bekasi, menjelaskan bahwa pencopotan baliho ini telah dilakukan di seluruh wilayah Kota Bekasi.

"Pencopotannya dilakukan di seluruh daerah Kota Bekasi, termasuk di 12 kecamatan dan 56 kelurahan, agar semuanya bersih dari gambar Anies Baswedan," ujar Ronny pada Kamis.

"Sudah tadi sore beberapa jam lalu saya sudah memberikan instruksi kepada seluruh pengurus Demokrat Kota Bekasi dan caleg pengurus kecamatan dan kelurahan untuk mencopot foto-foto Anies Baswedan yang terpasang di baliho Demokrat. Instruksi ini sangat jelas dan sudah mulai dilaksanakan," katanya.

Kekecewaan Demokrat timbul karena Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, memutuskan untuk menduetkan pasangan Anies Baswedan dengan Cak Imin.

Padahal, sebelumnya Anies telah meminta secara langsung kepada AHY untuk menjadi pasangannya dalam Pilpres 2024.

Sekretaris Jenderal Demokrat, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa Demokrat merasa "dipaksa" menerima keputusan tersebut setelah mendapatkan konfirmasi dari Anies Baswedan.

"Kemarin, 30 Agustus 2023, kami mendapatkan informasi bahwa Anies telah menyetujui kerja sama politik antara NasDem dan PKB untuk mengusung pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Persetujuan ini dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum NasDem, Surya Paloh," tulis Teuku Riefky dalam unggahannya di akun media sosial Instagram resmi Demokrat, @pdemokrat.

Menyikapi permasalahan ini, Demokrat berencana menggelar Tapat Majelis Tinggi untuk menentukan langkah selanjutnya.

Kronologi singkat mengenai bagaimana Anies Baswedan meminta AHY menjadi cawapresnya adalah sebagai berikut:

Meskipun Anies Baswedan telah diusung oleh NasDem sejak 3 Oktober 2022, hingga 22 Januari 2023, baik Anies maupun NasDem belum berhasil membentuk sebuah koalisi partai politik yang memenuhi syarat untuk mencapai Presidential Threshold sebesar 20 persen.

Pada 23 Januari 2023, Anies Baswedan mengajak AHY untuk "menjemput takdir" pasangan Capres-Cawapres 2024-2029 dengan kesepakatan Anies membawa NasDem, AHY membawa Demokrat, dan keduanya bekerjasama untuk mengajak PKS. Kesepakatan ini disaksikan oleh empat orang dari Tim 8.

Koalisi Perubahan untuk Persatuan secara formal diresmikan pada 14 Februari 2023 dengan penandatanganan piagam koalisi oleh ketiga ketua umum partai politik, yang berisi kesepakatan untuk mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden dan memberikan mandat kepadanya untuk menentukan calon wakil presiden.

Sesuai mandat tersebut, pada 14 Juni 2023, Anies Baswedan memutuskan untuk memilih AHY sebagai calon wakil presiden.

Meskipun demikian, hingga saat ini, belum ada deklarasi resmi mengenai AHY sebagai cawapres, dan Demokrat merasa bahwa penundaan ini disebabkan oleh Anies yang patuh kepada Surya Paloh dalam mengambil keputusan politik.

Namun, di tengah rencana deklarasi AHY sebagai cawapres, Demokrat mendapatkan kabar bahwa NasDem telah menetapkan Cak Imin sebagai cawapres Anies secara sepihak, tanpa berkomunikasi dengan petinggi Demokrat dan PKS.

"Tiba-tiba terjadi perubahan fundamental pada Selasa Malam, 29 Agustus 2023, di NasDem Tower, ketika Surya Paloh tiba-tiba menetapkan Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres Anies, tanpa sepengetahuan Demokrat dan PKS," kata Teuku Riefky.

Anies pun mengutus Sudirman Said untuk menyampaikan keputusan tersebut kepada petinggi Demokrat dan PKS.(*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved