Sabtu, 14 Maret 2026

Sosok Tokoh

Sosok Nani Wartabone, Proklamator Kemerdekaan di Gorontalo 1942, Jadi Petani di Akhir Hayat

Saat itu Nani Wartabone juga mengibarkan bendera Merah Putih dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Tayang:
Editor: Aldi Ponge
zoom-inlihat foto Sosok Nani Wartabone, Proklamator Kemerdekaan di Gorontalo 1942, Jadi Petani di Akhir Hayat
Kolase TribunGorontalo.com
Sosok Nani Wartabone, Pahlawan Nasional asal Gorontalo. 

Perjuangan nyata seorang Nani Wartabone dimulai pada tahun 1923, yaitu dengan mendirikan Jong Gorontalo.

Pada organisasi kedaerahan itu, Nani Wartabone dipercaya menjabat sebagai sekretaris.

Selain itu, Nani Wartabone juga bergabung ke dalam Partai Nasional Indonesia (PNI) Cabang Gorontalo, dan pernah ditunjuk menjadi ketua.

Suatu hari pada tahun 1931, Nani Wartabone yang sedang memimpin rapat PNI Gorontalo kedatangan pihak Belanda.

Maksud kedatangan Belanda itu tidak lain adalah untuk membubarkan rapat PNI yang digelar Nani.

Namun, Nani Wartabone dengan lantang melawan upaya pembubaran itu dengan mendemonstrasikan lagu Indonesia Raya.

Nani Wartabone juga tercatat aktif di organisasi Persyarikatan Muhammadiyah.

Dalam beberapa catatan disebutkan, maksud Nani Wartabone masuk Muhammadiyah bertujuan untuk menghindarkan umat dari pandangan yang merugikan Islam itu sendiri.

Pada tahun 1941, Nani Wartabone membentuk Komite 12, sebuah organisasi rahasia untuk menghadapi Perang Pasifik.

Sedangkan pada tahun berikutnya, Nanti memimpin pemberontakan dan menyatakan kemerdekaan Indonesia di Gorontalo.

Patung Nani Wartabone di depan Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo merupakan penghormatan warga Gorontalo ke pahlawan nasional tersebut.
Patung Nani Wartabone di depan Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo

Hari Patriotik 23 Januari 1942

Peristiwa ini disebut juga dengan Hari Proklamasi Gorontalo atau Hari Kemerdekaan Gorontalo. 

Latar belakang peristiwa ini adalah masuknya tentara Jepang ke Manado, dan membuat orang-orang Belanda ketakutan.

Mendengar kabar tersebut, orang-orang Belanda di Gorontalo juga merasa ketakutan dan berniat untuk pergi.

Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Nani Wartabone untuk melancarkan perlawanan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved