Karhutla Gorontalo

Karhutla Gorontalo Sabtu Pagi 25 Agustus 2023, Bikin Panik Masyarakat

Mendengar informasi tentang insiden Karhutla di Gorontalo, tim pemadam kebakaran segera merespons dengan cepat dan bergerak menuju lokasi kebakaran pa

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Seorang personel pemadam kebakaran (damkar) melakukan pemadaman karhutla Gorontalo, Sabtu pagi (25/8/2023). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Kembali terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Gorontalo pagi tadi, Sabtu (25/8/2023). 

Laporan resmi dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Gorontalo bahwa peristiwa Karhutla ini terjadi sekitar pukul 05.30 Wita.

Mendengar informasi tentang insiden Karhutla di Gorontalo, tim pemadam kebakaran segera merespons dengan cepat dan bergerak menuju lokasi kebakaran pada pukul 05.41 Wita.

Mereka bekerja keras untuk memadamkan api selama hampir dua jam, dan akhirnya, pada pukul 07.05 Wita, api berhasil dipadamkan.

Lokasi dari kejadian ini berada di Jalan Bali, Kelurahan Paguyaman, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo.

Yang membuat situasi lebih risau adalah bahwa lahan yang terbakar ini berdekatan dengan pemukiman padat penduduk.

Damkar mencegah agar api tidak menjalar ke permukiman warga, Sabtu (25/8/2023).
Damkar mencegah agar api tidak menjalar ke permukiman warga, Sabtu (25/8/2023). (TribunGorontalo.com)

Damkar dengan sigap berusaha keras agar api tidak menjalar ke permukiman warga pada Sabtu, tanggal 25 Agustus 2023.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memprediksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada bulan Agustus dan September 2023.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa Karhutla ini terjadi karena Indonesia saat ini sedang memasuki puncak musim kemarau pada Agustus-September 2023.

Kondisi lahan yang terbakar, Sabtu (25/8/2023).
Kondisi lahan yang terbakar, Sabtu (25/8/2023). (TribunGorontalo.com)

"Untuk akhir Agustus ini, kita sudah ada pada fase peak-nya, fase puncaknya kemarau," kata Abdul Muhari dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, dikutip dari YouTube Kompas.com, Selasa (22/8/2023).

Ini menegaskan bahwa kondisi cuaca yang kering dan berisiko tinggi membuat negara ini rentan terhadap Karhutla, dan upaya pencegahan dan pemadamannya sangat penting untuk melindungi lingkungan dan pemukiman warga.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved