Pilpres 2024

PKS Percaya, Masih Ada Peluang Duet Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024

Menurut Syaikhu, keputusan mengenai calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung oleh partai politik belum bersifat final.

Editor: Wawan Akuba
kompas.com
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu usai menghadiri acara grand final Lomba Baca Teks Proklamasi Mirip Bung Karno ke-6 di Swiss Belhotel, Tuban, Badung, Bali, Selasa (22/8/2023). Kompas.com/ Yohanes Valdi Seriang Ginta(Yohanes Valdi Seriang Ginta) 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ahmad Syaikhu menyatakan bahwa peluang untuk menduetkan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024 masih terbuka lebar.

Ganjar, yang diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) serta dua partai nonparlemen, yakni Hanura dan Perindo, telah diangkat sebagai bakal calon presiden.

Menurut Syaikhu, keputusan mengenai calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung oleh partai politik belum bersifat final.

Dinamika politik masih berpotensi terjadi hingga tahap pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Oktober-November 2023.

"Sampai hari ini, saya kira partai-partai masih belum mencapai kesepakatan final, mereka masih saling mencari dinamika-dinamika politik," ujar Syaikhu dalam kunjungannya di Swiss Belhotel, Tuban, Badung, Bali, Selasa (22/8/2023).

"Jadi, masih sangat mungkin terjadi pergeseran hingga saat mendekati pendaftaran, saat semuanya terkunci dan menjadi keputusan akhir," tambahnya.

Meskipun begitu, Syaikhu menegaskan bahwa kerja sama politik antara PKS, Partai Demokrat, dan Partai Nasdem untuk mendukung Anies sebagai calon presiden tetap kokoh.

"Kami akan tetap menjaga soliditas antara ketiga partai ini. Namun, peluang untuk opsi lain masih terbuka selama proses pendaftaran ke KPU belum dimulai," ungkapnya.

Syaikhu menjelaskan bahwa penentuan calon wakil presiden sepenuhnya menjadi keputusan Anies, sesuai dengan perjanjian tiga partai koalisi tersebut.

PKS telah memberikan tiga poin penting kepada Anies dalam menentukan pasangan calonnya, yaitu memiliki wawasan nasionalis dan religius, siap menjadi pasangan dwitunggal, dan mampu meningkatkan elektabilitas.

"Dalam piagam koalisi, penentuan calon wakil presiden sepenuhnya diserahkan kepada Anies Rasyid Baswedan. Kami tinggal menunggu pengumuman dari pak Anies mengenai pilihannya," jelasnya.

Wacana menggabungkan Anies dan Ganjar diusulkan oleh Ketua DPP PDI-P, Said Abdullah, yang mengakui potensi keduanya dalam survei Litbang Kompas.

Said menganggap Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo adalah sosok calon pemimpin yang cerdas dan mempertimbangkan latar belakang almamater mereka yang sama, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM).

Karena itu, Said membayangkan kerja sama antara Anies dan Ganjar dalam Pilpres 2024.

"Keduanya adalah kekuatan yang tak boleh diremehkan, terutama jika mereka bersatu. Ini akan menjadi hal yang positif bagi masa depan kepemimpinan nasional kita, mengingat keduanya masih muda, cerdas, dan penuh energi," kata Said.

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved