Beras Bulog
Munafri Syamsuddin Tegaskan Harga Beras Bulog takkan Naik Selama Musim Kemarau di Gorontalo
Suhu panas sekarang sedang melanda Provinsi Gorontalo. Diperkirakan suhu panas yang disertai dengan kemarau akan berlangsung hingga bulan September
Penulis: Prailla Libriana Karauwan | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Perum-BULOG-Kantor-Cabang-Gorontalo.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Suhu panas sekarang sedang melanda Provinsi Gorontalo.
Diperkirakan suhu panas yang disertai dengan kemarau akan berlangsung hingga bulan September mendatang.
Sejumlah bahan pokok pun diperkirakan akan mengalami kenaikan harga.
Kepala Bulog Gorontalo, Munafri Syamsuddin menegaskan harga beras maupun bahan pangan lainnya takkan naik selama musim kemarau.
"Tidak akan menganggu Insya Allah," ujar Munafri kepada TribunGorontalo.com, Selasa (15/8/2023).
Kata Munafri, suhu panas tidak mengganggu surplus ketersediaan beras, sebab hanya akan berlangsung selama dua bulan.
Baca juga: Profil Munafri Syamsuddin Kepala Bulog Gorontalo: 26 Tahun Mengabdi
Di bulan Oktober nanti diperkirakan akan turun hujan meski tidak deras.
"Dari pihak BMKG menyatakan demikian pada saat rapat kemarin bersama pak Gubernur," imbuhnya.
Munafri juga mengungkapkan stok bahan pangan di gudang bulog masih cukup.
"Posisi stok dihari ini ada 770 ton, tapi kemarin saya sudah coba minta lagi 3.900 ton," lanjutnya.
Jika ditotalkan, ketersediaan bulog saat ini sudah mencapai 4.670 ton.
Munafri memastikan bahwa 4.670 ton itu bisa bertahan hingga Desember 2023.
"Stok yang kami kuasai bisa sampai empat bulan ke depan dengan total 4.670 ton," tutupnya. (*)