Senin, 9 Maret 2026

Info Gempa Terkini

Gempa Bumi Terkini Guncang 2 Kali di Wilayah yang Sama pada 15 Agustus 2023, Kedalaman 10 Km

Wilayah Maluku termasuk dalam daerah yang rentan terhadap aktivitas gempa bumi karena letaknya yang berada di dalam Cincin Api Pasifik, sebuah lingkar

Tayang:
Penulis: Redaksi | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gempa Bumi Terkini Guncang 2 Kali di Wilayah yang Sama pada 15 Agustus 2023, Kedalaman 10 Km
TribunGorontalo.com
Titik-titik gempa di Maluku Selasa 15 Agustus 2023. 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Wilayah Seram Bagian Timur, Maluku, kembali dihentak oleh getaran bumi pada tanggal 15 Agustus 2023.

Dalam rentang waktu yang relatif singkat, wilayah ini mengalami dua kali gempa bumi dengan magnitudo dan karakteristik yang berbeda.

Gempa pertama tercatat pada pukul 00:26:44 WIB dengan magnitudo 3.0.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa episenter gempa ini terletak pada koordinat 2.82 lintang selatan dan 129.91 bujur timur, sekitar 71 kilometer di sebelah barat laut Seram Bagian Timur, Maluku.

Kedalaman gempa ini mencapai 14 kilometer di bawah permukaan laut. Meskipun magnitudonya termasuk dalam kategori kecil, getaran ini masih dirasakan oleh sebagian masyarakat setempat.

Hanya beberapa jam setelahnya, pada pukul 01:45:05 WIB, wilayah yang sama kembali diguncang oleh gempa bumi.

Gempa ini memiliki magnitudo 2.7, yang lebih rendah dari gempa sebelumnya.

Episenter gempa kedua ini berada sangat dekat dengan lokasi episenter gempa pertama, yaitu pada koordinat 2.81 lintang selatan dan 129.90 bujur timur, sekitar 73 kilometer di sebelah barat laut Seram Bagian Timur.

Kedalaman gempa ini tercatat sekitar 10 kilometer di bawah permukaan laut. Meskipun kekuatannya lebih rendah, getaran ini mungkin masih dapat dirasakan oleh penduduk di wilayah tersebut.

Data yang diperoleh dari BMKG menunjukkan bahwa dua gempa ini terjadi dalam jarak yang cukup dekat dan dengan kedalaman yang berbeda.

Meskipun tidak ada laporan kerusakan atau korban akibat gempa-gempa ini, peristiwa ini mengingatkan kita akan potensi aktivitas seismik di wilayah Indonesia yang rawan gempa.

Gempa bumi adalah fenomena alam yang kompleks dan sulit diprediksi secara pasti.

Karena itu, penting bagi masyarakat di wilayah yang rentan terhadap gempa untuk selalu siap siaga dan memiliki pengetahuan mengenai tindakan pengamanan diri saat gempa terjadi.

BMKG terus memantau dan menganalisis aktivitas seismik guna memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat, sehingga risiko dampak gempa bumi dapat dikurangi secara efektif.

Potensi Gempa Maluku

Wilayah Maluku termasuk dalam daerah yang rentan terhadap aktivitas gempa bumi karena letaknya yang berada di dalam Cincin Api Pasifik, sebuah lingkaran zona tektonik aktif yang mengelilingi Samudra Pasifik. Beberapa faktor yang menunjukkan potensi terjadinya gempa di Maluku meliputi:

Interaksi Lempeng Tektonik: Maluku berada di dekat pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Eurasia.

Interaksi dan pergerakan lempeng-lempeng ini dapat memicu gempa bumi.

Subduksi Lempeng: Di sepanjang pesisir selatan Maluku, terjadi subduksi lempeng di mana Lempeng Indo-Australia menyusup di bawah Lempeng Pasifik. Interaksi ini bisa memicu gempa dengan magnitudo yang besar.

Patahan Aktif: Wilayah Maluku memiliki sejumlah patahan aktif yang berpotensi menyebabkan gempa, seperti Patahan Sorong, Patahan Seram, dan Patahan Banda. Aktivitas pergerakan pada patahan-patahan ini dapat menyebabkan gempa lokal.

Kedalaman Hiposenter: Gempa-gempa dengan kedalaman bervariasi bisa terjadi di wilayah ini. Gempa dengan kedalaman dangkal cenderung lebih dirasakan oleh penduduk dan memiliki potensi kerusakan yang lebih besar.

Zona Vulkanik: Selain aktivitas gempa bumi, Maluku juga memiliki sejumlah gunung berapi aktif. Aktivitas vulkanik ini juga dapat memicu gempa vulkanik atau gempa tektonik terkait dengan pergerakan magma di bawah permukaan.

Peningkatan Monitoring: Meskipun tidak mungkin memprediksi gempa dengan akurasi mutlak, BMKG dan pihak terkait telah meningkatkan upaya pemantauan dan mitigasi bencana di wilayah ini.

Peningkatan ini termasuk instalasi seismometer, pemantauan aktif gempa, serta edukasi kepada masyarakat mengenai tindakan darurat saat gempa terjadi.

Warga Maluku perlu meningkatkan kesadaran akan tindakan pengamanan diri saat gempa terjadi, seperti berlindung di bawah meja atau benda yang kuat, menjauhi kawasan pesisir jika terjadi gempa bumi kuat di laut, dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Pemantauan informasi resmi dari BMKG juga penting agar dapat mengikuti perkembangan aktivitas seismik dan memahami langkah-langkah yang harus diambil dalam menghadapi situasi darurat.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved