Info Gempa Terkini
Gempa Bumi Selasa Dini Hari 15 Agustus 2023, Cek Magnitudo dan Lokasi
Gempa bumi merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi dengan akurasi mutlak. Penting bagi masyarakat di wilayah yang rentan
TRIBUNGORONTALO.COM -- Gempa berkekuatan magnitudo 3.3 mengguncang wilayah Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) Selasa pagi (15/8/2023).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tersebut terjadi pada pukul 03:22:28 WIB pagi ini.
Episenter gempa terletak pada koordinat 7.65 lintang selatan dan 118.02 bujur timur.
Jika dilihat, gempa bumi itu berjarak sekitar 109 kilometer di sebelah barat laut Dompu.
BMKG menyebutkan bahwa gempa ini terjadi pada kedalaman 34 kilometer di bawah permukaan laut.
Informasi yang diterima dari BMKG mengindikasikan bahwa hasil pengolahan data awal masih belum stabil dan dapat mengalami perubahan seiring dengan kelengkapan data yang diperoleh.
Karena itu, warga diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan informasi lebih lanjut dari sumber yang resmi.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan atau korban akibat gempa ini.
Pihak berwenang dan tim penanggulangan bencana setempat akan terus memantau situasi dan melakukan evaluasi lebih lanjut.
Gempa merupakan fenomena alam yang tidak dapat diprediksi dengan akurasi mutlak.
Penting bagi masyarakat di wilayah yang rentan terhadap gempa untuk selalu siap siaga dan memiliki pengetahuan mengenai langkah-langkah pengamanan diri selama dan setelah gempa terjadi.
Potensi Gempa di Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB)
NTB termasuk dalam zona gempa yang aktif di Indonesia, yang dikenal sebagai "Cincin Api Pasifik".
Zona ini merupakan daerah di sekitar Samudra Pasifik yang sering mengalami aktivitas gempa dan letusan gunung berapi.
Potensi terjadinya gempa di NTB relatif tinggi. Beberapa faktor yang menunjukkan potensi gempa di wilayah ini meliputi:
Lokasi Geografis: NTB terletak di dekat pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia. Interaksi antara lempeng-lempeng ini menyebabkan pergerakan kerak bumi yang berpotensi menyebabkan gempa.
Subduksi Lempeng: Di sepanjang pesisir selatan NTB, terdapat subduksi lempeng, yaitu Lempeng Indo-Australia yang menyusup di bawah Lempeng Eurasia. Interaksi ini bisa memicu gempa bumi dengan magnitudo yang besar.
Patahan Aktif: Wilayah NTB memiliki sejumlah patahan aktif yang bisa menyebabkan gempa, seperti Patahan Flores, Patahan Sumbawa, dan Patahan Lombok. Aktivitas pergerakan pada patahan-patahan ini dapat memicu gempa lokal.
Kedalaman Hiposenter: Gempa-gempa dengan kedalaman yang bervariasi bisa terjadi di wilayah ini. Gempa dengan kedalaman dangkal cenderung lebih dirasakan oleh penduduk dan memiliki potensi kerusakan yang lebih besar.
Peningkatan Monitoring: Meskipun gempa adalah fenomena alam yang sulit diprediksi secara pasti, BMKG dan pihak terkait telah meningkatkan upaya pemantauan dan mitigasi bencana di wilayah ini.
Peningkatan ini termasuk instalasi seismometer, pemantauan aktif gempa, serta edukasi kepada masyarakat mengenai tindakan darurat saat gempa terjadi.
Masyarakat di NTB perlu selalu siap menghadapi potensi gempa dengan meningkatkan kesadaran akan tindakan pengamanan dan evakuasi saat gempa terjadi.
Pihak berwenang juga perlu terus memantau aktivitas seismik dan memberikan informasi yang akurat kepada masyarakat untuk mengurangi risiko kerusakan dan korban akibat gempa bumi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/1582023_Gempa-NTB.jpg)